{"id":57217,"date":"2026-04-27T15:17:23","date_gmt":"2026-04-27T08:17:23","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=57217"},"modified":"2026-04-27T15:19:09","modified_gmt":"2026-04-27T08:19:09","slug":"pembinaan-peternakan-bebek-di-lapas-labuha-bekali-warga-binaan-keterampilan-mandiri-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/27\/pembinaan-peternakan-bebek-di-lapas-labuha-bekali-warga-binaan-keterampilan-mandiri-2\/","title":{"rendered":"Pembinaan Peternakan Bebek di Lapas Labuha, Bekali Warga Binaan Keterampilan Mandiri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Labuha<\/strong> \u2013 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nanti. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kemandirian di bidang peternakan, khususnya budidaya bebek, yang dilaksanakan pada Senin, 26 April 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIT ini berlangsung di area beranggang dalam lingkungan Lapas Kelas III Labuha. Meski diikuti oleh tiga orang narapidana, program ini tetap berjalan secara optimal dengan pengawasan langsung dari petugas pembinaan. Mereka tidak hanya dilibatkan sebagai tenaga kerja, tetapi juga diberikan pemahaman menyeluruh tentang teknik beternak yang baik dan benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pelaksanaannya, para warga binaan mendapatkan arahan dan bimbingan terkait pemeliharaan bebek, mulai dari kebersihan kandang, pemberian pakan, hingga pemantauan pertumbuhan ternak. Mereka secara aktif melakukan pembersihan area peternakan, memastikan ketersediaan makanan, serta mengontrol kondisi kesehatan bebek secara berkala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan nasional dalam meningkatkan kemandirian sumber daya manusia, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan narapidana tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian seperti ini menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan modern. Menurutnya, keterampilan di bidang peternakan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha mandiri, terutama di daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang mendukung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain pelaksanaan kegiatan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap peralatan kerja untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala guna menjaga kualitas program serta memastikan keberlanjutan hasil pembinaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ke depan, Lapas Kelas III Labuha berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa dengan melakukan pendokumentasian kegiatan harian, peningkatan kualitas pembinaan, serta perawatan intensif terhadap ternak agar dapat berkembang dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan adanya program ini, diharapkan para warga binaan mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana mereka.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Labuha \u2013 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha terus menunjukkan komitmennya dalam <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/27\/pembinaan-peternakan-bebek-di-lapas-labuha-bekali-warga-binaan-keterampilan-mandiri-2\/\" title=\"Pembinaan Peternakan Bebek di Lapas Labuha, Bekali Warga Binaan Keterampilan Mandiri\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":57218,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-57217","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nasional"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57217","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57217"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57217\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57221,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57217\/revisions\/57221"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57217"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=57217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}