{"id":56723,"date":"2026-04-22T03:28:21","date_gmt":"2026-04-21T20:28:21","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=56723"},"modified":"2026-04-22T03:31:53","modified_gmt":"2026-04-21T20:31:53","slug":"56723","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/22\/56723\/","title":{"rendered":"Razia Rutan Ternate, Kanwil Ditjenpas Malut Pastikan Hunian Bersih dari Narkoba dan Barang Terlarang"},"content":{"rendered":"<p><strong>Ternate<\/strong> \u2013 Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan tertib kembali ditegaskan oleh jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku Utara. Pada Selasa malam (21\/4\/2026), razia besar-besaran digelar di Rutan Kelas IIB Ternate dengan melibatkan berbagai unsur aparat penegak hukum.<\/p>\n<p>Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku Utara, Said Mahdar. Razia ini menjadi langkah konkret dalam memberantas peredaran narkoba serta mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan rumah tahanan.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya, razia dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar blok hunian dan kamar warga binaan. Petugas memeriksa setiap sudut ruangan secara teliti guna memastikan tidak ada barang berbahaya yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.<\/p>\n<p>Upaya ini tidak dilakukan sendiri. Sinergi lintas lembaga tampak kuat dengan keterlibatan unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku Utara. Kolaborasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga integritas lembaga pemasyarakatan dari ancaman narkotika, telepon genggam ilegal, pungutan liar, hingga praktik judi online.<\/p>\n<p>Menurut Said Mahdar, kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kondusivitas lingkungan rutan. Ia menegaskan bahwa razia insidentil seperti ini akan terus dilakukan sebagai langkah preventif untuk menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).<\/p>\n<p>\u201cRazia ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk komitmen kami dalam memastikan Rutan Ternate bebas dari narkoba dan berbagai pelanggaran lainnya yang dapat merusak sistem pembinaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di seluruh lapas dan rutan di Indonesia.<\/p>\n<p>Dari hasil penggeledahan yang dilakukan secara intensif, petugas tidak menemukan adanya barang terlarang maupun senjata tajam. Hasil ini menjadi indikator positif bahwa pengawasan dan pembinaan di Rutan Kelas IIB Ternate berjalan dengan baik.<\/p>\n<p>Meski demikian, jajaran Kanwil Ditjenpas Maluku Utara menegaskan tidak akan lengah. Pengawasan akan terus diperketat melalui kegiatan serupa secara berkala, guna memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman, bersih, dan kondusif bagi proses pembinaan warga binaan.<\/p>\n<p>Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan yang profesional dan berintegritas.<\/p>\n<p>Dengan langkah tegas dan kolaboratif ini, diharapkan Rutan Ternate dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba dan pelanggaran hukum lainnya.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ternate \u2013 Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan tertib kembali <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/22\/56723\/\" title=\"Razia Rutan Ternate, Kanwil Ditjenpas Malut Pastikan Hunian Bersih dari Narkoba dan Barang Terlarang\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":56724,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-56723","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nasional"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56723"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56728,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56723\/revisions\/56728"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56723"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=56723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}