{"id":55815,"date":"2026-04-13T13:31:35","date_gmt":"2026-04-13T06:31:35","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=55815"},"modified":"2026-04-13T13:31:35","modified_gmt":"2026-04-13T06:31:35","slug":"mukarramah-fadhlullah-ajak-kader-pkk-optimalkan-pekarangan-untuk-ketahanan-pangan-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/13\/mukarramah-fadhlullah-ajak-kader-pkk-optimalkan-pekarangan-untuk-ketahanan-pangan-keluarga\/","title":{"rendered":"Mukarramah Fadhlullah Ajak Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH \u2014<\/strong> Ketua Staf Ahli TP-PKK Aceh, Ny. Mukarramah Fadhlullah, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.S, secara resmi membuka kegiatan Pokja III TP-PKK Aceh \u201cAku Hatinya PKK dalam Pemanfaatan Pekarangan Rumah sebagai Sumber Ketahanan Pangan Keluarga\u201d di Hotel Kumala Banda Aceh, Minggu (12\/4\/2026).<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Mukarramah mendorong optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, khususnya di tengah berbagai tantangan ekonomi dan potensi krisis pangan.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat. Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan, tetapi juga mencakup pola konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.<\/p>\n<p>\u201cKetahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Di sinilah peran ibu rumah tangga menjadi sangat strategis dalam menentukan kualitas konsumsi pangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Melalui program Aku Hatinya PKK, masyarakat didorong untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri. Lahan yang selama ini belum optimal dapat ditanami berbagai komoditas seperti sayuran, cabai, rempah-rempah, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga buah-buahan.<\/p>\n<p>Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, pemanfaatan pekarangan juga berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha skala rumah tangga, seperti peternakan kecil dan budidaya perikanan.<\/p>\n<p>Mukarramah menambahkan, upaya tersebut turut berkontribusi dalam mengatasi persoalan kesehatan, termasuk stunting, yang masih menjadi tantangan. Pola konsumsi yang sehat dan bergizi menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang berkualitas.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap para pengurus PKK, khususnya Pokja III di seluruh kabupaten\/kota, dapat menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan program ini kepada masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman Aceh dalam menghadapi berbagai bencana memberikan pelajaran penting tentang pentingnya ketahanan pangan keluarga. Dalam kondisi darurat, ketersediaan pangan mandiri dari pekarangan menjadi sangat krusial.<\/p>\n<p>\u201cSekecil apa pun pekarangan yang kita miliki, jika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan dampak besar bagi ketahanan pangan keluarga,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Mengakhiri sambutannya, Mukarramah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak dan bergandeng tangan dalam memperkuat ketahanan keluarga demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan berbasis keluarga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2014 Ketua Staf Ahli TP-PKK Aceh, Ny. Mukarramah Fadhlullah, didampingi <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/13\/mukarramah-fadhlullah-ajak-kader-pkk-optimalkan-pekarangan-untuk-ketahanan-pangan-keluarga\/\" title=\"Mukarramah Fadhlullah Ajak Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":55816,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1320],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-55815","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemerintah-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55815"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55815\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55817,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55815\/revisions\/55817"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55815"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55815"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=55815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}