{"id":55395,"date":"2026-04-09T12:50:38","date_gmt":"2026-04-09T05:50:38","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=55395"},"modified":"2026-04-09T12:52:51","modified_gmt":"2026-04-09T05:52:51","slug":"prof-yusri-yusuf-pimpin-maa-periode-baru-isa-alima-cerminan-kepercayaan-masyarakat-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/09\/prof-yusri-yusuf-pimpin-maa-periode-baru-isa-alima-cerminan-kepercayaan-masyarakat-aceh\/","title":{"rendered":"Prof. Yusri Yusuf Pimpin MAA Periode Baru, Isa Alima: Cerminan Kepercayaan Masyarakat Aceh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Terpilihnya kembali Prof. Yusri Yusuf sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) periode 2026\u20132031 menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Drs. M. Isa Alima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam keterangannya, Isa Alima menilai terpilihnya Prof. Yusri Yusuf secara aklamasi merupakan cerminan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan yang telah teruji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni bukan sekadar proses pemilihan, tetapi penegasan bahwa kepemimpinan yang memiliki rekam jejak dan komitmen terhadap adat masih menjadi harapan bersama masyarakat Aceh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kepemimpinan tersebut, seraya menekankan pentingnya penguatan peran MAA di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Menurutnya, MAA harus mampu tampil tidak hanya sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai institusi yang relevan dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-55396\" src=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260409-WA0071.jpg\" alt=\"\" width=\"540\" height=\"686\" \/>\u201cAdat Aceh harus hidup dan hadir dalam setiap sendi kehidupan. Bukan hanya menjadi simbol, tetapi menjadi solusi\u2014dalam menjaga harmoni sosial, menyelesaikan konflik, dan membentuk karakter generasi ke depan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Isa Alima juga berharap di bawah kepemimpinan Prof. Yusri Yusuf, MAA dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta memperluas peran hingga ke tingkat gampong. Ia menilai, tantangan ke depan menuntut lembaga adat untuk lebih adaptif tanpa kehilangan jati diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAdat tidak boleh tertinggal oleh zaman. Ia harus berjalan seiring, bahkan menjadi penuntun arah dalam perubahan. Di situlah marwah Aceh dijaga,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apresiasi ini menjadi bagian dari dukungan luas yang mengalir dari berbagai elemen masyarakat, yang berharap agar MAA semakin kokoh sebagai penjaga nilai, penguat identitas, dan pilar penting dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Terpilihnya kembali Prof. Yusri Yusuf sebagai Ketua Majelis Adat <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/09\/prof-yusri-yusuf-pimpin-maa-periode-baru-isa-alima-cerminan-kepercayaan-masyarakat-aceh\/\" title=\"Prof. Yusri Yusuf Pimpin MAA Periode Baru, Isa Alima: Cerminan Kepercayaan Masyarakat Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":55399,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[12455],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-55395","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-breakingnews"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55395"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55400,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55395\/revisions\/55400"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55395"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=55395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}