{"id":55049,"date":"2026-04-04T08:48:08","date_gmt":"2026-04-04T01:48:08","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=55049"},"modified":"2026-04-04T08:49:50","modified_gmt":"2026-04-04T01:49:50","slug":"rektor-usk-apresiasi-komitmen-wagub-aceh-lanjutkan-studi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/04\/rektor-usk-apresiasi-komitmen-wagub-aceh-lanjutkan-studi\/","title":{"rendered":"Rektor USK Apresiasi Komitmen Wagub Aceh Lanjutkan Studi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDA ACEH \u2014<\/strong> Rektor Universitas Syiah Kuala, Mirza Tabrani, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang tetap melanjutkan studi pada Program Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK di tengah padatnya aktivitas pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Mirza, keputusan tersebut bukan sekadar upaya akademik, tetapi juga mencerminkan kepemimpinan progresif yang menjadikan peningkatan kapasitas diri sebagai bagian penting dalam menjalankan amanah publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengapresiasi semangat Bapak Fadhlullah yang tetap melanjutkan studi Magister Manajemen di USK. Di tengah kesibukan sebagai Wakil Gubernur Aceh, komitmen untuk terus belajar merupakan teladan yang sangat baik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai, langkah tersebut menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak berhenti pada capaian jabatan semata, melainkan terus berinvestasi pada peningkatan kompetensi dan kualitas diri. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan daerah harus didukung oleh kapasitas kepemimpinan yang adaptif dan berbasis pengetahuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Mirza menegaskan bahwa kehadiran figur publik seperti Fadhlullah di lingkungan akademik akan memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Pengalaman praktis di pemerintahan dinilai mampu memperkaya diskusi, khususnya dalam bidang manajemen publik dan tata kelola daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cProgram Magister Manajemen USK yang telah terakreditasi unggul dirancang untuk memperkuat kapasitas manajerial dan kepemimpinan, terutama dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin dinamis. Kehadiran beliau tentu menjadi energi positif bagi lingkungan akademik,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah Fadhlullah ini juga dinilai sebagai bentuk nyata penerapan prinsip lifelong learning di kalangan pejabat publik. Di tengah tuntutan kinerja yang tinggi, keputusan kembali ke bangku kuliah menjadi pesan kuat bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan tanggung jawab jabatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program Magister Manajemen FEB USK sendiri terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin daerah yang visioner, adaptif, dan berdaya saing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan aparatur sipil negara, untuk tidak berhenti belajar serta terus meningkatkan kapasitas diri demi kemajuan Aceh ke depan.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2014 Rektor Universitas Syiah Kuala, Mirza Tabrani, memberikan apresiasi tinggi <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/04\/rektor-usk-apresiasi-komitmen-wagub-aceh-lanjutkan-studi\/\" title=\"Rektor USK Apresiasi Komitmen Wagub Aceh Lanjutkan Studi\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":55050,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1320],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-55049","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemerintah-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55049"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55049\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55053,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55049\/revisions\/55053"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55050"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55049"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=55049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}