{"id":54953,"date":"2026-04-02T22:17:15","date_gmt":"2026-04-02T15:17:15","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=54953"},"modified":"2026-04-02T22:19:12","modified_gmt":"2026-04-02T15:19:12","slug":"pgri-aceh-besar-siap-bersinergi-dukung-kemajuan-mutu-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/02\/pgri-aceh-besar-siap-bersinergi-dukung-kemajuan-mutu-pendidikan\/","title":{"rendered":"PGRI Aceh Besar Siap Bersinergi Dukung Kemajuan Mutu Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTA JANTHO &#8211;<\/strong> Dalam rangka mendukung program pemerintah Kabupaten untuk kemajuan pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Besar menyatakan siap bersinergi untuk mewujudkan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pada prinsipnya sebagai sebuah lembaga perhimpunan guru, kita siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah untuk kemajuan pendidikan,&#8221; ujar Ketua PGRI Aceh Besar Munadi S.Pd M.Pd di Indrapuri, Kamis (2\/4\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengatakan untuk mewujudkan kemajuan pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada ekosistem yang terbentuk di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. &#8220;Guru adalah ujung tombak pendidikan. Kemajuan akan sulit dicapai tanpa pelatihan Berkelanjutan, Guru juga perlu menguasai metode pembelajaran terbaru dan teknologi digital,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Munadi, faktor utama lainnya yang dapat mendorong kemajuan pendidikan yaitu fasilitas yang memadai. &#8220;Lingkungan fisik yang mendukung sangat menentukan kenyamanan belajar, ketersediaan internet dan perangkat digital untuk riset serta literasi data,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua PGRI Aceh Besar itu juga mengatakan bahwa Kurikulum yang Adaptif dan Relevan harus mampu menjawab tantangan zaman yang terus berubah. &#8220;Kurikulum yang sejalan dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan teknologi. Selain itu<br \/>\nPengembangan Karakter, baik pada aspek akademik (kognitif), penguatan etika, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis (soft skills) menjadi sangat krusial,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Munadi juga tidak menafikan peran Serta Masyarakat dan Orang Tua sebagai suatu hal yang sangat penting dan mempengaruhi pendidikan itu sendiri.<br \/>\n&#8220;Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi lingkungan keluarga dukungan orang tua sangat penting dalam memantau perkembangan anak di rumah, artinya semua harus bersinergi,&#8221; tutupnya.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTA JANTHO &#8211; Dalam rangka mendukung program pemerintah Kabupaten untuk kemajuan pendidikan, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/02\/pgri-aceh-besar-siap-bersinergi-dukung-kemajuan-mutu-pendidikan\/\" title=\"PGRI Aceh Besar Siap Bersinergi Dukung Kemajuan Mutu Pendidikan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":54954,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[58,3740],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-54953","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-aceh-besar","8":"category-pendidikan"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54953","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54953"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54953\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54957,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54953\/revisions\/54957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54953"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=54953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}