{"id":5292,"date":"2024-03-07T07:52:47","date_gmt":"2024-03-07T00:52:47","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=5292"},"modified":"2024-03-07T07:53:40","modified_gmt":"2024-03-07T00:53:40","slug":"polisi-turut-dampingi-etnis-rohingya-yang-mulai-bersaksi-di-pn-jantho","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/03\/07\/polisi-turut-dampingi-etnis-rohingya-yang-mulai-bersaksi-di-pn-jantho\/","title":{"rendered":"Polisi Turut Dampingi Etnis Rohingya yang Mulai Bersaksi di PN Jantho"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Dailymailindonesia.com, Banda Aceh &#8211;<\/strong> Kasus Penyeludupan Manusia atau People Smuggling terhadap 137 etnis rohingya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jantho &#8211; Aceh Besar, Rabu (6\/3\/2024).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam perkara tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Satreskrim Polresta Banda Aceh menghadirkan para saksi yang menjadi korban People Smuggling.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasatreskrim Kompol Fadillah Aditiya Pratama menjelaskan, hari ini kami mendampingi kehadiran para saksi &#8211; saksi dalam perkara penyelundupan manusia etnis rohingya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Sebanyak 10 etnis rohingya kami hadirkan sebagai saksi dalam perkara penyelundupan manusia yang melibatkan Kapten Kapal MA, Wakil Kapten Kapal MAH dan Teknisi Kapal HB, &#8221; ujar Fadillah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kehadiran Polisi dalam mendampingi para saksi bertujuan menjamin keamanan\u00a0 terhadap mereka dalam memberikan keterangan kepada JPU, tambahnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Disisi lain, dalam suatu perkara pidana, kehadiran saksi sangatlah penting. Seorang saksi dapat\u00a0memberikan keterangan yang mana keterangannya tersebut akan berguna dalam penyidikan, penuntutan, dan peradilan, sambung Fadillah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Oleh karena itu, setelah mereka memberikan keterangan, tentunya kami akan mengembalikan\u00a0 atau mengantar mereka kembali ke Gedung Balee Meuseuraya Aceh guna bergabung lagi bersama etnis rohingya lainnya, pungkasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*Peran MA, MAH dan HB dalam Kasus Penyeludupan Manusia*<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Polresta Banda Aceh yang telah menetapkan pengungsi Rohingya berinisial MA (35) yang mendarat di Aceh Besar sebagai tersangka penyelundup manusia. Dia membawa 136 orang ke Tanah Rencong dengan ongkos masing-masing Rp 14 juta hingga Rp 16 juta.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam pemeriksaan diketahui, MA membawa 136 pengungsi dari kamp penampungan di Cox&#8217;s Bazar Bangladesh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, Wakil Kapten Kapal MAH dan Teknisi Kapal HB juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas perannya dalam membantu MA disaat penyelundupan tersebut, pungkasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><a href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-admin\/post.php?post=5292&amp;action=edit\">Dailymailindonesia<\/a><\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dailymailindonesia.com, Banda Aceh &#8211; Kasus Penyeludupan Manusia atau People Smuggling terhadap 137 <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/03\/07\/polisi-turut-dampingi-etnis-rohingya-yang-mulai-bersaksi-di-pn-jantho\/\" title=\"Polisi Turut Dampingi Etnis Rohingya yang Mulai Bersaksi di PN Jantho\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5293,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[67],"tags":[1236],"newstopic":[93],"class_list":{"0":"post-5292","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-polresta-banda-aceh","8":"tag-polisi-turut-dampingi-etnis-rohingya-yang-mulai-bersaksi-di-pn-jantho","9":"newstopic-polresta-banda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5292"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5292\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5295,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5292\/revisions\/5295"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5292"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=5292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}