{"id":52124,"date":"2026-03-05T01:18:56","date_gmt":"2026-03-04T18:18:56","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=52124"},"modified":"2026-03-05T01:20:59","modified_gmt":"2026-03-04T18:20:59","slug":"nasir-djamil-apresiasi-kapolda-aceh-tanam-10-ribu-mangrove-lewat-green-policing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/03\/05\/nasir-djamil-apresiasi-kapolda-aceh-tanam-10-ribu-mangrove-lewat-green-policing\/","title":{"rendered":"Nasir Djamil Apresiasi Kapolda Aceh Tanam 10 Ribu Mangrove Lewat Green Policing"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Banda Aceh \u2013<\/strong> Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, mengapresiasi langkah Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah yang menginisiasi penanaman 10 ribu bibit mangrove melalui program Green Policing atau Polisi Hijau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Nasir, program yang digagas Polda Aceh tersebut merupakan pendekatan strategis dalam memperkuat pertahanan ekologis kawasan pesisir, khususnya di Aceh yang memiliki garis pantai panjang dan rawan abrasi serta bencana gelombang pasang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMangrove itu banyak manfaatnya. Selain menjadi habitat ikan dan berbagai jenis biota laut lainnya, mangrove juga mampu meredam gelombang besar seperti tsunami. Karena itu, penanaman 10 ribu mangrove merupakan model mitigasi bencana berbasis ekologi,\u201d ujar Nasir, Selasa (3\/3\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Legislator asal Aceh itu menegaskan, keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi dan gelombang pasang, tetapi juga memiliki nilai edukatif. Ia menilai, inisiatif tersebut dapat mendekatkan kembali masyarakat pesisir\u2014terutama generasi muda\u2014dengan lingkungan hidupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cInisiatif ini ingin membangun kembali kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya ekosistem mangrove. Generasi muda perlu memahami bahwa tanaman ini memiliki peran vital bagi keberlangsungan hidup mereka,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Nasir menyebut mangrove yang tumbuh dan terawat dengan baik dapat memberikan nilai tambah bagi desa, baik dari sisi kualitas udara maupun potensi ekonomi. Kawasan mangrove, kata dia, bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi dan lingkungan yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMangrove dapat menjadi sumber ekonomi baru jika dikelola sebagai wisata edukasi dan lingkungan. Selain udara menjadi lebih bersih, desa juga mendapatkan manfaat ekonomi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nasir juga menjelaskan bahwa konsep Green Policing di setiap daerah dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Namun, tujuan utamanya tetap sama, yakni menyelamatkan lingkungan dari berbagai bentuk kerusakan, termasuk akibat pertambangan dan penebangan kayu secara liar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk mendukung program tersebut melalui pengalokasian anggaran demi menjaga kelestarian mangrove secara berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cInisiatif Kapolda Aceh harus didukung oleh pemerintah daerah dengan alokasi anggaran yang memadai. Menjaga keseimbangan ekologi kawasan pesisir adalah sebuah keharusan, dan langkah awal sudah dimulai,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, program penanaman 10 ribu mangrove dilaksanakan oleh Polda Aceh di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, sebagai wujud komitmen Polisi Hijau dalam mendukung pelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan kawasan pesisir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah menyatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmen nyata institusinya dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKawasan pesisir memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Selain menjaga ekosistem pantai dan menjadi habitat berbagai biota laut, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program Green Policing Polda Aceh, lanjutnya, diawali dengan penanaman 10 ribu bibit mangrove dan akan diperluas ke seluruh wilayah hukum Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKe depan, saya memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran untuk melaksanakan kegiatan serupa,\u201d pungkasnya.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, mengapresiasi langkah <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/03\/05\/nasir-djamil-apresiasi-kapolda-aceh-tanam-10-ribu-mangrove-lewat-green-policing\/\" title=\"Nasir Djamil Apresiasi Kapolda Aceh Tanam 10 Ribu Mangrove Lewat Green Policing\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":52125,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-52124","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-polda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52124"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52128,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52124\/revisions\/52128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52124"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=52124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}