{"id":51708,"date":"2026-03-02T00:04:41","date_gmt":"2026-03-01T17:04:41","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=51708"},"modified":"2026-03-02T00:07:20","modified_gmt":"2026-03-01T17:07:20","slug":"muhazar-pimpin-rsudza-momentum-pembenahan-layanan-kesehatan-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/03\/02\/muhazar-pimpin-rsudza-momentum-pembenahan-layanan-kesehatan-aceh\/","title":{"rendered":"Muhazar Pimpin RSUDZA, Momentum Pembenahan Layanan Kesehatan Aceh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDA ACEH \u2014<\/strong> Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Isa Alima, menyampaikan ucapan selamat kepada dr. Muhazar atas amanah barunya sebagai Direktur RSUD Zainoel Abidin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Isa, keputusan Gubernur Aceh Muzakir Manaf merupakan langkah penting yang mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan strategis di Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenunjukan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi menunjukkan arah kebijakan yang jelas. RSUDZA merupakan simpul utama layanan rujukan di Aceh, sehingga kepemimpinan yang memahami aspek medis sekaligus manajerial akan membuka peluang besar bagi peningkatan mutu pelayanan,\u201d ujar Isa di Banda Aceh, Jumat (27\/2\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan bahwa kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh kecepatan respons, ketepatan pengambilan keputusan, serta empati tenaga medis terhadap pasien dan keluarga.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-51713\" src=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260301-WA0228.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"1057\" srcset=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260301-WA0228.jpg 1080w, https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260301-WA0228-768x752.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/>Isa menilai penunjukan dr. Muhazar harus menjadi momentum pembenahan tata kelola rumah sakit, penegakan disiplin pelayanan, serta perubahan budaya kerja yang selama ini dinilai masih menghambat akses layanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cReformasi kesehatan harus melampaui perubahan struktur. Budaya kerja yang berorientasi pada etika pelayanan dan keberanian bertindak sangat penting, terutama ketika keselamatan pasien menjadi prioritas utama,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Isa mendorong kepemimpinan baru untuk memperkuat sinergi antara dokter, perawat, manajemen rumah sakit, dan pemerintah daerah agar RSUDZA tidak hanya menjadi pusat rujukan, tetapi juga pusat layanan unggulan yang membanggakan masyarakat Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, jika dikelola dengan visi yang kuat dan konsistensi jangka panjang, RSUDZA dapat menjadi wajah baru pelayanan publik yang cepat, adil, dan manusiawi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Isa menilai amanah yang diemban dr. Muhazar merupakan momentum krusial yang harus dijaga secara berkelanjutan agar pembenahan layanan kesehatan di Aceh benar-benar terwujud.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2014 Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Isa Alima, menyampaikan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/03\/02\/muhazar-pimpin-rsudza-momentum-pembenahan-layanan-kesehatan-aceh\/\" title=\"Muhazar Pimpin RSUDZA, Momentum Pembenahan Layanan Kesehatan Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":51709,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4506],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-51708","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-artikel"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51708","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51708"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51708\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51714,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51708\/revisions\/51714"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51708"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=51708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}