{"id":50245,"date":"2026-02-19T10:59:31","date_gmt":"2026-02-19T03:59:31","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=50245"},"modified":"2026-02-19T11:03:01","modified_gmt":"2026-02-19T04:03:01","slug":"tni-kebut-pembangunan-jembatan-bailey-di-karang-rejo-bener-meriah-jelang-ramadhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/tni-kebut-pembangunan-jembatan-bailey-di-karang-rejo-bener-meriah-jelang-ramadhan\/","title":{"rendered":"TNI Kebut Pembangunan Jembatan Bailey di Karang Rejo Bener Meriah Jelang Ramadhan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bener Meriah \u2013<\/strong> Pasca bencana alam yang memutus akses transportasi masyarakat, prajurit Tentara Nasional Indonesia melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) mempercepat pembangunan jembatan Bailey di Jalur Dua Pacuan Kuda, Desa Karang Rejo, Rabu (18\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Percepatan pembangunan infrastruktur tersebut menjadi prioritas untuk memulihkan mobilitas warga di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, yang sebelumnya terganggu akibat terputusnya akses penghubung utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jembatan Bailey dibangun sebagai pengganti jalur yang rusak akibat bencana. Akses ini sangat vital karena menghubungkan masyarakat menuju pusat perekonomian, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta area pertanian dan perkebunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komandan Kodim 0119\/Bener Meriah, Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa pengerjaan jembatan terus dikebut oleh personel Satgas Gulbencal yang terdiri dari prajurit Yonzikon 13\/Karya Etmaka, Yonzipur 9\/Lang-Lang Bhuana, Denzipur 3\/Agni Tirta Dharma, serta personel Kodim setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan agar akses transportasi masyarakat segera kembali normal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPengerjaan jembatan Bailey ini terus kami percepat. Meskipun bertepatan dengan Hari Meugang, para personel tetap menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab di lapangan demi kepentingan masyarakat,\u201d ujar Dandim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan bahwa tugas kemanusiaan menjadi prioritas utama prajurit TNI, meskipun harus mengorbankan waktu bersama keluarga pada momentum penting menjelang bulan suci Ramadhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami memahami pentingnya Hari Meugang bagi masyarakat Aceh. Namun demi mempercepat pemulihan akses transportasi, kami tetap bekerja maksimal agar jembatan segera dapat difungsikan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan mampu memperlancar kembali aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan, kegiatan pendidikan, serta akses pelayanan kesehatan. Dengan tersambungnya jalur tersebut, roda perekonomian warga di Bener Meriah diharapkan segera pulih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Maryam (45), mengaku bersyukur atas kerja keras personel TNI yang tetap bertugas meski bertepatan dengan Hari Meugang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang tetap bekerja demi kami. Jembatan ini akses utama ke pasar, sekolah, dan kebun. Semoga cepat selesai,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan jembatan Bailey tersebut menjadi wujud komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memastikan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bener Meriah \u2013 Pasca bencana alam yang memutus akses transportasi masyarakat, prajurit <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/19\/tni-kebut-pembangunan-jembatan-bailey-di-karang-rejo-bener-meriah-jelang-ramadhan\/\" title=\"TNI Kebut Pembangunan Jembatan Bailey di Karang Rejo Bener Meriah Jelang Ramadhan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":50246,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[65],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-50245","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kodam-im"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50245","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50245"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50245\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50250,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50245\/revisions\/50250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50246"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50245"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50245"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50245"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=50245"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}