{"id":48704,"date":"2026-02-08T20:07:38","date_gmt":"2026-02-08T13:07:38","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=48704"},"modified":"2026-02-10T01:12:53","modified_gmt":"2026-02-09T18:12:53","slug":"nurchalis-minta-pln-jamin-listrik-stabil-selama-ramadan-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/08\/nurchalis-minta-pln-jamin-listrik-stabil-selama-ramadan-di-aceh\/","title":{"rendered":"Nurchalis Minta PLN Jamin Listrik Stabil Selama Ramadan di Aceh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurchalis, meminta PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di seluruh wilayah Aceh tetap stabil dan andal selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Ia menegaskan, tidak boleh terjadi pemadaman listrik yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Nurchalis, Ramadan memiliki kekhususan tersendiri bagi masyarakat Aceh. Aktivitas ibadah tidak hanya berlangsung pada siang hari, tetapi juga hampir sepanjang malam, mulai dari salat tarawih, tadarus Al-Qur\u2019an, hingga persiapan sahur. Kondisi tersebut menjadikan listrik sebagai kebutuhan yang sangat vital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRamadan ini bulan yang sangat penting dan sakral bagi masyarakat Aceh. Aktivitas ibadah berjalan hampir 24 jam. Karena itu, listrik harus benar-benar terjamin,\u201d ujar Nurchalis, Minggu (8\/2\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain untuk kebutuhan ibadah, ia juga menyoroti meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan. Sektor kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pasar takjil biasanya mengalami lonjakan aktivitas yang cukup signifikan. Tanpa pasokan listrik yang stabil, roda perekonomian masyarakat berpotensi terganggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRamadan selalu identik dengan meningkatnya kegiatan ekonomi, terutama di sektor kuliner. Ini tentu sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan,\u201d jelas Ketua Fraksi Partai NasDem DPRA tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, Nurchalis meminta PLN melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini, baik dari sisi teknis maupun kesiapan infrastruktur. Ia berharap selama Ramadan tidak terjadi pemadaman listrik, kecuali dalam kondisi darurat atau force majeure yang benar-benar tidak dapat dihindari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMulai dari sekarang PLN harus melakukan perbaikan dan mitigasi secara teknis agar saat Ramadan nanti tidak ada pemadaman. Tujuannya agar masyarakat nyaman beribadah dan tidak muncul keluhan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Nurchalis juga menekankan pentingnya pengawasan dan kesiapan seluruh unit pembangkit listrik di setiap kabupaten dan kota di Aceh. Menurutnya, lonjakan kebutuhan listrik selama Ramadan harus diantisipasi dengan perencanaan yang matang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengapresiasi upaya PLN selama ini, tetapi pengingat ini tetap penting. Semua unit pembangkit harus dipastikan siap dan dimitigasi dengan baik,\u201d pungkasnya.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurchalis, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/08\/nurchalis-minta-pln-jamin-listrik-stabil-selama-ramadan-di-aceh\/\" title=\"Nurchalis Minta PLN Jamin Listrik Stabil Selama Ramadan di Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":48705,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[63],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-48704","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-parlementaria"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48704"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48704\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48708,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48704\/revisions\/48708"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48705"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48704"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=48704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}