{"id":48283,"date":"2026-02-06T18:48:10","date_gmt":"2026-02-06T11:48:10","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=48283"},"modified":"2026-02-06T18:49:49","modified_gmt":"2026-02-06T11:49:49","slug":"tni-renovasi-sd-negeri-1-tualang-cut-pascabanjir-bandang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/06\/tni-renovasi-sd-negeri-1-tualang-cut-pascabanjir-bandang\/","title":{"rendered":"TNI Renovasi SD Negeri 1 Tualang Cut Pascabanjir Bandang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Aceh Tamiang \u2013<\/strong> Kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Anggota Koramil 06\/Manyak Payed bersama Satgas Penanggulangan Bencana dari Yonzipur 10, Yonif TP 907, dan Yonif TP 853 bahu-membahu merenovasi SD Negeri 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak banjir bandang, Kamis (5\/2\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Renovasi ini dilakukan sebagai langkah percepatan pemulihan pascabencana agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal. Sebelumnya, banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah warga dan bangunan sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Babinsa Koramil 06\/Manyak Payed menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Menurutnya, sekolah merupakan fasilitas vital yang harus segera dipulihkan agar anak-anak tidak terlalu lama kehilangan kesempatan untuk belajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebagai Babinsa, kami merasa terpanggil untuk membantu masyarakat. Setelah banjir bandang, banyak fasilitas yang rusak, termasuk sekolah. Pendidikan sangat penting karena di sanalah masa depan anak-anak dibentuk. Oleh karena itu, kami bersama Satgas Gulbencal berupaya semaksimal mungkin agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam proses renovasi, personel TNI melaksanakan berbagai pekerjaan fisik, mulai dari pemasangan paving block di lingkungan sekolah, perbaikan pagar, pengecatan atap bangunan, hingga perbaikan plafon di sejumlah ruang kelas yang rusak akibat terjangan banjir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kerja sama lintas satuan ini dilakukan secara gotong royong dengan semangat kebersamaan. Para prajurit terlihat bekerja tanpa mengenal waktu, memastikan setiap tahapan renovasi selesai dengan baik demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi guru serta siswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang warga setempat sekaligus orang tua murid, Ahmad (45), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI dalam pemulihan sekolah tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kerja keras para prajurit yang turun langsung membantu masyarakat pascabencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada TNI. Sekolah ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Dengan cepatnya perbaikan, anak-anak bisa segera kembali belajar. Semoga kebaikan bapak-bapak TNI dibalas oleh Tuhan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aksi sigap dan responsif ini menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. Melalui kegiatan ini, TNI berharap dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dan menata kembali kehidupan pascabencana.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh Tamiang \u2013 Kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui aksi <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/06\/tni-renovasi-sd-negeri-1-tualang-cut-pascabanjir-bandang\/\" title=\"TNI Renovasi SD Negeri 1 Tualang Cut Pascabanjir Bandang\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":48284,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[65],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-48283","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kodam-im"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48283"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48287,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48283\/revisions\/48287"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48283"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=48283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}