{"id":48114,"date":"2026-02-04T23:16:45","date_gmt":"2026-02-04T16:16:45","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=48114"},"modified":"2026-02-04T23:18:57","modified_gmt":"2026-02-04T16:18:57","slug":"disdik-aceh-percepat-rehabilitasi-sekolah-terdampak-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/04\/disdik-aceh-percepat-rehabilitasi-sekolah-terdampak-bencana\/","title":{"rendered":"Disdik Aceh Percepat Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Banda Aceh \u2014<\/strong> Komitmen Pemerintah Aceh dalam memulihkan sektor pendidikan pascabencana terus diperkuat. Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah yang terdampak bencana menjadi perhatian serius agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthala Murthalamuddin, yang mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf, mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Iskandar Muda BPMP Aceh, Rabu (4\/2\/2026), dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, baik dari unsur pemerintah daerah, instansi teknis, maupun stakeholder pendidikan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Murthala menyampaikan bahwa rehabilitasi sekolah terdampak bencana bukan sekadar membangun kembali fisik bangunan, namun juga memastikan lingkungan sekolah kembali layak sebagai tempat tumbuh kembang generasi Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLangkah bersama ini menjadi ikhtiar kita agar sekolah-sekolah yang terdampak dapat segera bangkit, sehingga para siswa bisa kembali belajar dengan rasa aman dan nyaman,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program revitalisasi satuan pendidikan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan, termasuk ruang kelas, sarana pendukung, hingga aspek keselamatan bangunan sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting agar proses rehabilitasi berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Aceh menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor strategis yang harus segera dipulihkan setelah bencana, mengingat sekolah menjadi pusat aktivitas penting bagi anak-anak dan masa depan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Murthala juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk turut memberikan dukungan moral dan doa agar pemulihan pendidikan dapat berjalan lancar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYuk bersama-sama kita doakan dan dukung pemulihan pendidikan Aceh. Ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan anak-anak kita,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan langkah ini, Pemerintah Aceh optimistis pendidikan Aceh akan segera bangkit, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi tantangan ke depan.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2014 Komitmen Pemerintah Aceh dalam memulihkan sektor pendidikan pascabencana terus <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/04\/disdik-aceh-percepat-rehabilitasi-sekolah-terdampak-bencana\/\" title=\"Disdik Aceh Percepat Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":48115,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3740],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-48114","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pendidikan"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48114"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48118,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48114\/revisions\/48118"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48114"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=48114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}