{"id":47953,"date":"2026-02-03T15:27:40","date_gmt":"2026-02-03T08:27:40","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=47953"},"modified":"2026-02-03T15:30:46","modified_gmt":"2026-02-03T08:30:46","slug":"indonesia-siap-bangun-pltn-7-gw-hashim-masuk-ruptl-2025-2034","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/03\/indonesia-siap-bangun-pltn-7-gw-hashim-masuk-ruptl-2025-2034\/","title":{"rendered":"Indonesia Siap Bangun PLTN 7 GW, Hashim: Masuk RUPTL 2025-2034"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jakarta<\/strong> &#8211; Pemerintah Indonesia mulai membuka babak baru dalam pengembangan energi nasional. Utusan Khusus Presiden di Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa Indonesia berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan kapasitas mencapai 7 Giga Watt (GW).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rencana pembangunan PLTN tersebut disebut sudah masuk dalam dokumen strategis nasional, yakni Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, yang menjadi peta jalan pengembangan kelistrikan Indonesia dalam 10 tahun ke depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDalam RUPTL PLN ditetapkan sebanyak 70 Giga energi listrik yang dihasilkan dari energi baru terbarukan. Di luar itu nanti ada 7 GW dihasilkan dari tenaga nuklir. Ini hal baru,\u201d ujar Hashim dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3\/2\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tambahan Besar untuk Target Energi Bersih<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam paparannya, Hashim menjelaskan bahwa Indonesia menargetkan produksi listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 70 GW selama periode 2025-2034. Namun, pemerintah juga memasukkan nuklir sebagai sumber tambahan energi bersih yang cukup signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, pembangunan PLTN 7 GW merupakan langkah baru yang strategis, meskipun masih menjadi perdebatan global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApakah ini clean energy carbon, ada yang kontroversi soal ini,\u201d tegas Hashim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Isu nuklir memang kerap memunculkan perbedaan pandangan. Sebagian pihak menilai nuklir sebagai energi rendah emisi karbon yang dapat membantu transisi energi, sementara pihak lain mengkhawatirkan risiko limbah radioaktif dan keamanan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Negara Maju Sudah Lebih Dulu Menggunakan Nuklir<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hashim juga menekankan bahwa penggunaan tenaga nuklir bukanlah hal asing di dunia. Banyak negara maju sudah lama mengandalkan PLTN sebagai salah satu sumber energi utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemua negara maju memiliki pembangkit listrik dari tenaga nuklir itu,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia bahkan mencontohkan Jepang, yang kembali mengaktifkan pembangkit nuklirnya setelah sempat dihentikan pasca insiden Fukushima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJepang juga mengaktifkan lagi pembangkit nuklirnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peluang Investasi Baru di Indonesia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pembangunan PLTN juga dipandang sebagai peluang besar bagi masuknya investasi asing maupun domestik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hashim menilai, proyek energi nuklir dapat menarik minat para investor global yang mencari sektor energi masa depan dengan skala besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBerarti kesempatan investasi banyak pemodal-pemodal investor tertarik di investasi bidang ini,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lokasi dan Pengembang Masih Belum Diungkap<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski rencana pembangunan PLTN sudah disebut masuk dalam RUPTL, Hashim belum menjelaskan secara rinci siapa pihak yang akan membangun proyek tersebut, serta di wilayah mana PLTN itu akan didirikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal, penentuan lokasi menjadi isu penting mengingat pembangunan pembangkit nuklir membutuhkan standar keselamatan tinggi, kesiapan infrastruktur, serta penerimaan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proyek ini juga dipastikan akan menjadi salah satu agenda besar dalam transisi energi Indonesia menuju target net zero emission di masa mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Babak Baru Energi Nasional<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan masuknya energi nuklir dalam rencana kelistrikan nasional, Indonesia kini mulai melangkah ke arah diversifikasi sumber energi yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika benar direalisasikan, pembangunan PLTN 7 GW akan menjadi tonggak penting dalam sejarah energi Indonesia, sekaligus menandai upaya pemerintah mengejar ketahanan energi dan pengurangan emisi karbon secara lebih agresif.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Indonesia mulai membuka babak baru dalam pengembangan energi nasional. <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/03\/indonesia-siap-bangun-pltn-7-gw-hashim-masuk-ruptl-2025-2034\/\" title=\"Indonesia Siap Bangun PLTN 7 GW, Hashim: Masuk RUPTL 2025-2034\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":47954,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[31,2911],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-47953","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nasional","8":"category-news"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47953","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47953"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47953\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47957,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47953\/revisions\/47957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47953"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}