{"id":47936,"date":"2026-02-03T13:05:10","date_gmt":"2026-02-03T06:05:10","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=47936"},"modified":"2026-02-03T13:07:41","modified_gmt":"2026-02-03T06:07:41","slug":"bang-jack-libya-hubungan-ketua-dpra-dan-sekda-aceh-lumrah-jangan-dipolitisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/03\/bang-jack-libya-hubungan-ketua-dpra-dan-sekda-aceh-lumrah-jangan-dipolitisasi\/","title":{"rendered":"Bang Jack Libya: Hubungan Ketua DPRA dan Sekda Aceh Lumrah, Jangan Dipolitisasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Banda Aceh \u2014<\/strong> Tokoh muda Aceh, Bang Jack Libya, menilai dinamika hubungan antara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadhli atau yang akrab disapa Abang Samalanga, dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir, merupakan hal yang wajar dalam sistem pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, perbedaan pandangan atau komunikasi yang berkembang di ruang publik seharusnya dipahami sebagai bagian dari mekanisme tata kelola negara yang normal, bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan apalagi dipolitisasi secara berlebihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDalam pemerintahan, dinamika itu lumrah. Ini bagian dari checks and balances dalam sistem demokrasi. Jangan kemudian ditarik ke arah konflik atau dipelintir menjadi isu politik yang memecah belah,\u201d ujar Bang Jack, Senin (2\/2\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sama-sama Dipercaya Gubernur Aceh<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bang Jack menegaskan, baik Ketua DPRA maupun Sekda Aceh merupakan dua figur strategis yang sama-sama mendapatkan kepercayaan penuh dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang dikenal dengan sapaan Mualem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai keduanya memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung jalannya pemerintahan Aceh saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDPRA memiliki fungsi penting dalam mengawal agenda politik pemerintahan dan memastikan kebijakan berjalan sesuai aspirasi rakyat. Sementara Sekda berperan menjaga roda birokrasi agar tetap efektif dan pelayanan publik berjalan optimal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan Giring Opini yang Memecah Belah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bang Jack juga mengingatkan seluruh pihak, baik elite politik maupun masyarakat, agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang menggiring opini negatif atau menciptakan kesan adanya perpecahan di internal pemerintahan Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, Aceh membutuhkan stabilitas dan kerja sama semua pihak, bukan polemik yang justru memperlemah konsolidasi pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYang perlu kita kedepankan adalah persatuan. Jangan ada pihak yang menggiring opini seolah-olah ada konflik besar. Itu hanya akan merugikan Aceh,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fokus pada Kepentingan Rakyat Aceh<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Bang Jack menekankan bahwa saat ini Aceh masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk musibah dan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, ia mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung pemerintahan Mualem\u2013Dek Fadh agar dapat bekerja maksimal untuk kepentingan rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita sedang menghadapi situasi yang tidak mudah. Fokus utama saat ini adalah membantu masyarakat, mempercepat pemulihan, dan memastikan pemerintahan bekerja untuk rakyat Aceh,\u201d tutup Bang Jack.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2014 Tokoh muda Aceh, Bang Jack Libya, menilai dinamika hubungan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/03\/bang-jack-libya-hubungan-ketua-dpra-dan-sekda-aceh-lumrah-jangan-dipolitisasi\/\" title=\"Bang Jack Libya: Hubungan Ketua DPRA dan Sekda Aceh Lumrah, Jangan Dipolitisasi\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":47937,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-47936","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-politik"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47936"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47940,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47936\/revisions\/47940"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47936"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}