{"id":47745,"date":"2026-02-01T21:41:36","date_gmt":"2026-02-01T14:41:36","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=47745"},"modified":"2026-02-01T21:41:36","modified_gmt":"2026-02-01T14:41:36","slug":"jalan-penghubung-desa-karta-raharja-dan-waysido-rusak-parah-warga-desak-tanggung-jawab-pt-bw-muara-sungkai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/01\/jalan-penghubung-desa-karta-raharja-dan-waysido-rusak-parah-warga-desak-tanggung-jawab-pt-bw-muara-sungkai\/","title":{"rendered":"Jalan Penghubung Desa Karta Raharja Dan Waysido Rusak Parah Warga Desak Tanggung Jawab PT BW Muara Sungkai"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-47746\" src=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260201-WA0079-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"2503\" srcset=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260201-WA0079-scaled.jpg 2560w, https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260201-WA0079-768x751.jpg 768w, https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260201-WA0079-1536x1502.jpg 1536w, https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260201-WA0079-2048x2002.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><br \/>\nDAILY MAIL INDONESIA.COM&#8212;Tulang Bawang Barat\u2013\u2013 Kondisi ruas Jalan Kabupaten, yang merupakan akses utama penghubung antara Desa kartaraharja dan Desa Way sido, mengalami kerusakan parah dengan banyaknya lubang dan permukaan yang tidak rata, diduga akibat lalu lintas truk bertonase lebih milik perusahaan PT.bumi Waras (BW) Muara Sungkay Yang mengangkut hasil industri, Minggu ( 31-01-2026 )<\/p>\n<p>Warga setempat mengeluhkan kondisi ini membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas ekonomi lokal.<br \/>\nBerdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan semakin hari kian memprihatinkan. Lubang-lubang besar yang digenangi air saat hujan tidak hanya memperlambat laju kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.<\/p>\n<p>Seorang perwakilan warga, Setiawan, menyampaikan kekecewaannya. &#8220;Sudah lama kami mengeluhkan hal ini. Truk-truk besar milik PT BW Muara Sungkay-Lampung Utara, bebas melintas setiap hari dengan muatan yang jelas melebihi kapasitas jalan kelas kabupaten ini. Kami meminta instansi terkait untuk segera bertindak dan mendesak perusahaan tersebut bertanggung jawab penuh atas perbaikan jalan,&#8221; ujarnya<\/p>\n<p>Fenomena Kendaraan dengan muatan berlebih tidak hanya merusak struktur jalan lebih cepat dari umur rencana, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan lalu lintas karena lebih mudah oleng dan berpotensi mengalami rem blong.<\/p>\n<p>Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga setempat telah berulang kali melakukan penertiban, namun aktivitas truk bertonase lebih masih terus terjadi. Warga berharap ada ketegasan hukum yang konsisten dan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk perbaikan infrastruktur yang terdampak.<\/p>\n<p>Warga dan pengguna jalan mendesak agar pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan meningkatkan pengawasan jalur-jalur alternatif untuk menindak tegas pelanggaran muatan berlebih.<\/p>\n<p>Rilis: JWI TUBABA<\/p>\n<p>( Red )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; DAILY MAIL INDONESIA.COM&#8212;Tulang Bawang Barat\u2013\u2013 Kondisi ruas Jalan Kabupaten, yang merupakan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/02\/01\/jalan-penghubung-desa-karta-raharja-dan-waysido-rusak-parah-warga-desak-tanggung-jawab-pt-bw-muara-sungkai\/\" title=\"Jalan Penghubung Desa Karta Raharja Dan Waysido Rusak Parah Warga Desak Tanggung Jawab PT BW Muara Sungkai\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-47745","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-berita"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47745"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47745\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47747,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47745\/revisions\/47747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47745"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}