{"id":47666,"date":"2026-01-31T18:43:31","date_gmt":"2026-01-31T11:43:31","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=47666"},"modified":"2026-01-31T18:43:52","modified_gmt":"2026-01-31T11:43:52","slug":"isa-alima-apresiasi-pemkab-pidie-terima-lhp-dtt-bpk-ri-sektor-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/31\/isa-alima-apresiasi-pemkab-pidie-terima-lhp-dtt-bpk-ri-sektor-pendidikan\/","title":{"rendered":"Isa Alima Apresiasi Pemkab Pidie Terima LHP DTT BPK RI Sektor Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PIDIE<\/strong> \u2014 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (LHP DTT) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh terkait pengelolaan sektor pendidikan, Sabtu, 31 Januari 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Drs. Isa Alima, pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, yang menilai penerimaan laporan ini sebagai bentuk nyata komitmen Pemkab Pidie dalam mewujudkan transparansi dan tata kelola pendidikan yang akuntabel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyerahan LHP DTT berlangsung di Aula BPK RI Perwakilan Aceh, dihadiri langsung oleh Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., Ketua DPRK Pidie, serta jajaran pemerintah daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dokumen hasil pemeriksaan diserahkan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Aceh sebagai bagian dari pemeriksaan tematik nasional di sektor pendidikan.<br \/>\nBupati Sarjani dalam kesempatan itu menegaskan bahwa Pemkab Pidie akan menjadikan hasil pemeriksaan ini sebagai pijakan untuk memperbaiki sistem pengelolaan anggaran pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTransparansi dan akuntabilitas merupakan kewajiban moral dan konstitusional dalam pengelolaan anggaran pendidikan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Isa Alima: Momentum Ujian Kejujuran dan Peluang Perbaikan<br \/>\nIsa Alima, yang juga menjabat sebagai Ketua Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh, menyampaikan dukungannya terhadap langkah Pemkab Pidie menerima LHP DTT tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya mengapresiasi komitmen Bapak Bupati Sarjani dan jajaran Pemkab Pidie. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan anggaran pendidikan dikelola secara transparan dan akuntabel, sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,\u201d ujar Isa Alima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai, hasil pemeriksaan BPK RI harus dijadikan momentum evaluasi dan perbaikan nyata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, laporan tersebut merupakan ujian kejujuran sekaligus peluang untuk memperbaiki kekurangan dalam tata kelola pendidikan, melalui langkah-langkah konkret dan terukur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya berharap Pemkab Pidie segera menindaklanjuti rekomendasi BPK RI dan terus meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan di daerah ini. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, BPK RI Perwakilan Aceh menjelaskan bahwa LHP DTT ini bertujuan memberikan penilaian mendalam terhadap pengelolaan anggaran dan program pendidikan, termasuk efektivitas pelaksanaan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PIDIE \u2014 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/31\/isa-alima-apresiasi-pemkab-pidie-terima-lhp-dtt-bpk-ri-sektor-pendidikan\/\" title=\"Isa Alima Apresiasi Pemkab Pidie Terima LHP DTT BPK RI Sektor Pendidikan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":47667,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[12455],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-47666","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-breakingnews"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47666"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47669,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47666\/revisions\/47669"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47666"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}