{"id":47556,"date":"2026-01-31T11:54:13","date_gmt":"2026-01-31T04:54:13","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=47556"},"modified":"2026-01-31T11:56:05","modified_gmt":"2026-01-31T04:56:05","slug":"satgas-tegaskan-pembangunan-huntara-aceh-baru-rampung-199-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/31\/satgas-tegaskan-pembangunan-huntara-aceh-baru-rampung-199-persen\/","title":{"rendered":"Satgas Tegaskan Pembangunan Huntara Aceh Baru Rampung 19,9 Persen"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Banda Aceh \u2014<\/strong> Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra meluruskan pemberitaan yang menyebut pembangunan hunian sementara (Huntara) di Aceh telah rampung 100 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh, Safrizal ZA, menegaskan bahwa klaim tersebut tidak tepat apabila merujuk pada total kebutuhan Huntara di seluruh wilayah Aceh yang terdampak bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Safrizal, kebutuhan Huntara di Aceh mencapai 16.294 unit. Namun hingga saat ini, pembangunan yang benar-benar telah selesai dan siap dihuni baru mencapai 3.248 unit, atau sekitar 19,9 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, sebanyak 13.046 unit lainnya, atau sekitar 80,1 persen, masih dalam tahap pengerjaan di berbagai lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBerdasarkan rekapitulasi terbaru, capaian pembangunan Huntara saat ini berada di kisaran 19,9 persen yang telah rampung, dan 80,1 persen masih dalam proses pengerjaan,\u201d kata Safrizal kepada <a href=\"http:\/\/Waspadaaceh.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Waspadaaceh.com<\/a>, Jumat (30\/1\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan bahwa angka \u201c100 persen\u201d yang sempat beredar sebelumnya sebenarnya hanya merujuk pada penyelesaian pembangunan terhadap 3.248 unit Huntara yang sudah selesai dibangun, bukan terhadap keseluruhan target kebutuhan di Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Safrizal menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat kepada publik, mengingat pembangunan Huntara merupakan bagian penting dalam pemulihan pascabencana dan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami berharap masyarakat tidak salah memahami informasi. Pembangunan Huntara masih terus berjalan dan membutuhkan dukungan serta pengawasan bersama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra terus berupaya mempercepat penyelesaian unit-unit Huntara yang tersisa agar masyarakat yang saat ini masih menunggu dapat segera menempati hunian sementara dengan layak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program Huntara ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam penanganan darurat pascabencana di Aceh, sembari menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap) yang memerlukan waktu lebih panjang.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2014 Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/31\/satgas-tegaskan-pembangunan-huntara-aceh-baru-rampung-199-persen\/\" title=\"Satgas Tegaskan Pembangunan Huntara Aceh Baru Rampung 19,9 Persen\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":47557,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1320],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-47556","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemerintah-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47556"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47556\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47560,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47556\/revisions\/47560"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47556"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}