{"id":47465,"date":"2026-01-30T16:08:58","date_gmt":"2026-01-30T09:08:58","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=47465"},"modified":"2026-01-30T16:12:16","modified_gmt":"2026-01-30T09:12:16","slug":"wali-kota-illiza-tanam-mangrove-bersama-polda-aceh-di-alue-naga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/30\/wali-kota-illiza-tanam-mangrove-bersama-polda-aceh-di-alue-naga\/","title":{"rendered":"Wali Kota Illiza Tanam Mangrove Bersama Polda Aceh di Alue Naga"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, mengikuti kegiatan penanaman bibit mangrove bersama POLDA Aceh di kawasan pesisir Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Jumat, 30 Januari 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir Banda Aceh yang rentan terhadap abrasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan tersebut, Illiza menegaskan bahwa pelestarian mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk menjaga masa depan kawasan pantai dan kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sumber daya laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAlhamdulillah, di hari Jumat yang penuh berkah ini, saya berkesempatan mengikuti kegiatan menanam bibit mangrove bersama dengan Polda Aceh di kawasan Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala,\u201d ujar Illiza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, penanaman mangrove merupakan ikhtiar kecil yang memiliki dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan pesisir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan melestarikan mangrove, ini menjadi sebuah ikhtiar kecil dengan dampak besar. Menahan laju abrasi pada pantai, sekaligus merawat sumber kehidupan masyarakat pesisir,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Illiza menjelaskan bahwa Banda Aceh sebagai kota pesisir memiliki tantangan besar dalam menghadapi perubahan iklim, naiknya permukaan air laut, serta ancaman abrasi yang dapat menggerus garis pantai dari tahun ke tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, keberadaan hutan mangrove dinilai sangat penting sebagai benteng alami yang mampu melindungi kawasan pesisir dari gelombang besar sekaligus menjadi habitat bagi berbagai biota laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari sini kita belajar bahwa melindungi alam berarti melindungi diri sendiri, dan masa depan Banda Aceh,\u201d tegas Illiza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengapresiasi peran POLDA Aceh yang turut aktif dalam mendukung program-program pelestarian lingkungan. Menurutnya, sinergi lintas sektor seperti ini menjadi contoh baik dalam membangun Banda Aceh sebagai kota kolaborasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan penanaman mangrove tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir serta mendorong gerakan bersama dalam merawat lingkungan hidup secara berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Illiza menutup dengan harapan agar langkah sederhana ini menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian menjaga alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBanda Aceh adalah rumah kita bersama. Jika alamnya terjaga, maka kehidupan masyarakatnya pun akan lebih aman dan sejahtera,\u201d pungkasnya.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, mengikuti kegiatan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/30\/wali-kota-illiza-tanam-mangrove-bersama-polda-aceh-di-alue-naga\/\" title=\"Wali Kota Illiza Tanam Mangrove Bersama Polda Aceh di Alue Naga\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":47466,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2945],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-47465","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemko-banda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47465"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47470,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47465\/revisions\/47470"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47465"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}