{"id":47460,"date":"2026-01-30T15:58:42","date_gmt":"2026-01-30T08:58:42","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=47460"},"modified":"2026-01-30T16:00:33","modified_gmt":"2026-01-30T09:00:33","slug":"polda-aceh-tanam-10-000-mangrove-dukung-program-green-policing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/30\/polda-aceh-tanam-10-000-mangrove-dukung-program-green-policing\/","title":{"rendered":"Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove, Dukung Program Green Policing"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Banda Aceh \u2014<\/strong> Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Jumat (30\/1\/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program Green Policing menjadi wujud nyata komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pantai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Mangrove berfungsi menjaga stabilitas ekosistem pesisir, menjadi habitat biota laut, sekaligus penyerap karbon dan penghasil oksigen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cGreen Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,\u201d ujar Kapolda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolda menargetkan program ini dapat diperluas di seluruh wilayah Aceh. Jika setiap satuan menanam minimal 5.000 bibit, ditambah 10.000 bibit dari Polda Aceh, maka total penanaman dapat mencapai sekitar 125.000 pohon mangrove.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain kawasan pesisir, Polda Aceh juga berencana mengembangkan program penghijauan melalui gerakan \u201cSejuta Pohon untuk Masyarakat\u201d yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Aceh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyinggung inovasi lain dalam mitigasi bencana, salah satunya pemanfaatan tanah lumpur pascabanjir untuk direklamasi menjadi lahan tanam produktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya memulihkan lingkungan tetapi juga membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolda Aceh menutup kegiatan dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Dansatbrimob, panitia, serta masyarakat yang turut berpartisipasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKeberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,\u201d pungkasnya.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2014 Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/30\/polda-aceh-tanam-10-000-mangrove-dukung-program-green-policing\/\" title=\"Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove, Dukung Program Green Policing\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":47461,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-47460","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-polda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47460"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47460\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47464,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47460\/revisions\/47464"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47460"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}