{"id":45666,"date":"2026-01-09T23:57:16","date_gmt":"2026-01-09T16:57:16","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=45666"},"modified":"2026-01-09T23:57:16","modified_gmt":"2026-01-09T16:57:16","slug":"pemerintah-janjikan-rehabilitasi-pasar-tambak-dan-sawah-aceh-pascabanjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/09\/pemerintah-janjikan-rehabilitasi-pasar-tambak-dan-sawah-aceh-pascabanjir\/","title":{"rendered":"Pemerintah Janjikan Rehabilitasi Pasar, Tambak, dan Sawah Aceh Pascabanjir"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong> &#8211; Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap sektor ekonomi dan pangan di Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Rehabilitasi tersebut mencakup pasar tradisional, tambak perikanan, serta lahan persawahan, dengan tujuan mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat dan mempercepat pemulihan pascabencana.<\/p>\n<p>Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Pagi Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat, 9 Januari 2025. Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan menegaskan bahwa seluruh program rehabilitasi akan mulai direalisasikan pada tahun ini.<\/p>\n<p>\u201cTahun ini Insya Allah semuanya siap, terutama tambak, pasar, dan sawah,\u201d ujar Zulkifli Hasan di hadapan pedagang dan masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Zulkifli Hasan mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat 112 pasar di Aceh yang mengalami kerusakan berat akibat bencana dan masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi pemerintah. Khusus di Kabupaten Aceh Tamiang, terdapat 32 pasar yang seluruhnya terdampak parah dan membutuhkan perbaikan secara menyeluruh agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan normal.<\/p>\n<p>Selain sektor perdagangan, pemerintah juga memberikan perhatian besar pada sektor perikanan yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat Aceh. Menurut Zulkifli Hasan, lebih dari 30 ribu tambak di Aceh terdampak banjir, dengan Aceh Tamiang menjadi wilayah paling parah terdampak. Seluruh tambak tersebut direncanakan akan direhabilitasi secara bertahap mulai tahun ini.<\/p>\n<p>Di sektor pertanian, dampak bencana juga sangat signifikan. Pemerintah mencatat hampir 70 ribu hektare lahan sawah di Aceh mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Sementara di Aceh Tamiang, luas sawah yang terdampak mencapai sekitar 8.000 hektare. Pemerintah memastikan pemulihan lahan sawah menjadi prioritas utama demi menjaga keberlanjutan produksi pangan dan ketahanan pangan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cItu tahun ini kita realisasi, tambak, sawah, dan pasar,\u201d tegas Menko Pangan.<\/p>\n<p>Terkait kebutuhan tempat tinggal warga yang rumahnya rusak atau hanyut akibat bencana, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih mengandalkan hunian sementara sebelum pembangunan hunian permanen dilakukan. Ia berharap pembangunan hunian sementara dapat segera rampung agar warga terdampak memiliki tempat tinggal yang layak.<\/p>\n<p>\u201cSementara memang sebelum permanen, rumah hunian sementara. Mudah-mudahan sampai akhir bulan selesai,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan kerja tersebut, Zulkifli Hasan turut didampingi oleh Menteri Perdagangan, Budi Santoso, serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Kehadiran para menteri ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam melakukan pemulihan lintas sektor di wilayah terdampak bencana.<\/p>\n<p>Menteri Perdagangan, Budi Santoso, memastikan bahwa ketersediaan pasokan kebutuhan pokok masyarakat Aceh tetap terjaga. Ia menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan para distributor agar pasokan barang terus mengalir ke daerah terdampak dan harga tetap stabil di pasaran.<\/p>\n<p>\u201cPasokan terus kita adakan agar harga-harga stabil. Kami juga sudah koordinasi dengan para distributor, dan pada prinsipnya mereka siap memasok ke daerah-daerah terdampak,\u201d kata Budi Santoso.<\/p>\n<p>Pemerintah berharap program rehabilitasi pasar, tambak, dan sawah ini dapat mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh, khususnya di wilayah yang terdampak langsung oleh banjir bandang dan tanah longsor. Dengan pulihnya sektor ekonomi dan pangan, masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas secara normal dan bangkit dari dampak bencana yang melanda.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/09\/pemerintah-janjikan-rehabilitasi-pasar-tambak-dan-sawah-aceh-pascabanjir\/\" title=\"Pemerintah Janjikan Rehabilitasi Pasar, Tambak, dan Sawah Aceh Pascabanjir\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":45667,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[31,2911],"tags":[196,13757,14285,14893,14892],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-45666","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nasional","8":"category-news","9":"tag-aceh","10":"tag-pasar","11":"tag-pascabanjir","12":"tag-sawah","13":"tag-tambak"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45666"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45668,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45666\/revisions\/45668"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45666"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=45666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}