{"id":45468,"date":"2026-01-08T11:55:00","date_gmt":"2026-01-08T04:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=45468"},"modified":"2026-01-08T11:55:00","modified_gmt":"2026-01-08T04:55:00","slug":"lumpe-darurat-putus-warga-linge-aceh-tengah-nyaris-terseret-arus-sungai-wih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/08\/lumpe-darurat-putus-warga-linge-aceh-tengah-nyaris-terseret-arus-sungai-wih\/","title":{"rendered":"Lumpe Darurat Putus, Warga Linge Aceh Tengah Nyaris Terseret Arus Sungai Wih"},"content":{"rendered":"<p><strong>ACEH TENGAH \u2013<\/strong> Insiden menegangkan dialami sejumlah warga di Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, setelah penyeberangan darurat atau lumpe yang mereka gunakan tiba-tiba putus. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, saat warga bersama relawan hendak menyalurkan bantuan logistik ke Kampung Reje Payung.<\/p>\n<p>Sertalia, warga Kampung Jamat, mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika rombongan warga dan relawan melintasi lumpe darurat yang dibangun di atas Sungai Wih. Penyeberangan tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses penghubung setelah jembatan gantung di kawasan itu rusak parah akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.<\/p>\n<p>\u201cSaat warga dan relawan sedang berada di atas titian, tiba-tiba penyeberangan itu ambruk. Semua yang berada di atasnya terjatuh ke sungai,\u201d ujar Sertalia saat dikonfirmasi, Rabu (7\/1\/2026).<\/p>\n<p>Derasnya arus Sungai Wih membuat situasi semakin berbahaya. Beberapa warga yang terjatuh dilaporkan nyaris hanyut terseret arus. Namun, berkat kesigapan warga lain yang berada di sekitar lokasi, para korban berhasil diselamatkan sebelum terbawa arus lebih jauh.<\/p>\n<p>Insiden ini sontak membuat warga setempat trauma, mengingat kondisi sungai yang masih berarus kuat, terutama setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Meski demikian, kebutuhan warga Kampung Reje Payung akan bahan pangan dan logistik memaksa mereka tetap bergantung pada penyeberangan darurat tersebut.<\/p>\n<p>Menurut Sertalia, lumpe darurat yang putus kini telah kembali dibangun secara gotong royong oleh warga setempat, dengan bantuan personel TNI dan Polri. Penyeberangan sementara itu dibuat seperti sebelumnya, masih memanfaatkan kabel listrik bekas sebagai alat bergelantungan untuk menyeberangi sungai.<\/p>\n<p>\u201cSudah dibuat kembali penyeberangan daruratnya. Masih menggunakan kabel listrik seperti sebelumnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sejak jembatan gantung penghubung Kampung Jamat dan Kampung Reje Payung putus diterjang banjir bandang pada 27 November 2025, warga tidak memiliki akses lain selain lumpe darurat tersebut. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang membawa barang atau bantuan logistik.<\/p>\n<p>Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius dengan membangun kembali jembatan permanen yang aman dan layak. Mereka khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, insiden serupa bahkan lebih fatal dapat kembali terjadi.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap ada solusi cepat dari pemerintah. Penyeberangan darurat ini sangat berbahaya, tapi terpaksa kami gunakan karena tidak ada akses lain,\u201d ungkap salah satu warga setempat.<\/p>\n<p>Hingga kini, warga Kampung Jamat dan Kampung Reje Payung masih bergantung pada lumpe darurat tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, sembari berharap pembangunan jembatan permanen segera terealisasi demi keselamatan bersama.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH TENGAH \u2013 Insiden menegangkan dialami sejumlah warga di Dusun Jamat, Kecamatan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/08\/lumpe-darurat-putus-warga-linge-aceh-tengah-nyaris-terseret-arus-sungai-wih\/\" title=\"Lumpe Darurat Putus, Warga Linge Aceh Tengah Nyaris Terseret Arus Sungai Wih\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":45469,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[12455],"tags":[14800,14798,14153,14799],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-45468","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-breakingnews","8":"tag-arus-sungai-wih","9":"tag-nyaris","10":"tag-tengah","11":"tag-terseret"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45468"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45468\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45470,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45468\/revisions\/45470"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45468"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=45468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}