{"id":45136,"date":"2026-01-05T11:57:28","date_gmt":"2026-01-05T04:57:28","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=45136"},"modified":"2026-01-05T11:57:28","modified_gmt":"2026-01-05T04:57:28","slug":"aceh-kaltim-satukan-nilam-dan-gaharu-bidik-industri-parfum-kelas-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/05\/aceh-kaltim-satukan-nilam-dan-gaharu-bidik-industri-parfum-kelas-dunia\/","title":{"rendered":"Aceh\u2013Kaltim Satukan Nilam dan Gaharu, Bidik Industri Parfum Kelas Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh &#8211;<\/strong> Ambisi Banda Aceh untuk menancapkan jejak di industri wewangian global kian nyata. Pemerintah Kota Banda Aceh resmi menjalin kesepakatan strategis dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mengembangkan industri parfum berbasis kekayaan alam Nusantara, dengan memadukan dua komoditas unggulan: nilam Aceh dan gaharu Kaltim.<\/p>\n<p>Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa\u2019aduddin Djamal, dan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas\u2019ud, yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Banda Aceh, Sabtu (3\/1). Kolaborasi lintas daerah ini menjadi langkah penting dalam memperkuat rantai pasok bahan baku parfum premium sekaligus mendorong hilirisasi komoditas lokal bernilai tinggi.<\/p>\n<p>Wali Kota Illiza menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar wacana. Sejak awal, komunikasi intensif telah dibangun untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan industri turunan di kedua wilayah.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, kami bersyukur atas kehadiran Pak Gubernur Kaltim. Kolaborasi ini sudah lama kami bicarakan sebagai upaya bersama mengembangkan potensi daerah,\u201d ujar Illiza.<\/p>\n<p>Aceh, kata Illiza, memiliki keunggulan kompetitif melalui nilam yang selama ini diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Namun, untuk menciptakan produk parfum berkelas internasional, diperlukan eksplorasi aroma yang lebih kaya dan berkarakter. Di sinilah gaharu Kaltim menjadi pasangan ideal\u2014memberi kedalaman aroma sekaligus identitas khas Indonesia.<\/p>\n<p>Penetapan Banda Aceh sebagai \u201cKota Wangi\u201d semakin memperkuat langkah ekspansi tersebut. Pemerintah Kota Banda Aceh bahkan telah menjajaki kerja sama internasional, termasuk dengan Grasse di Prancis\u2014kota yang dikenal sebagai pusat industri parfum dunia. Dukungan juga datang dari pemerintah pusat, Kementerian Ekonomi Kreatif, perguruan tinggi, hingga organisasi internasional seperti ILO.<\/p>\n<p>Menurut Illiza, kolaborasi ini diharapkan melahirkan aroma khas Nusantara yang tidak hanya diterima pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Ia pun menyelipkan canda yang menggambarkan optimisme kerja sama ini.<\/p>\n<p>\u201cKalau digabungkan, Kota Wangi bertemu Kota Harum. Apalagi Pak Gubernur namanya Rudy Mas\u2019ud, dikenal dengan sebutan Harum,\u201d ujarnya disambut senyum.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas\u2019ud menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi ini sebagai peluang besar untuk mengangkat gaharu Kaltim dari komoditas mentah menjadi bagian dari produk gaya hidup bernilai tinggi.<\/p>\n<p>\u201cIni bisa menjadi parfum legendaris yang memadukan nilam dan gaharu Indonesia,\u201d kata Rudy optimistis.<\/p>\n<p>Rudy memaparkan, potensi gaharu di Kaltim tersebar luas, mulai dari Berau, Mahakam Ulu, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, hingga Paser. Selama ini, potensi tersebut belum tergarap maksimal. Melalui kerja sama ini, ia berharap terbuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, Rudy mengajak masyarakat Indonesia untuk bangga menggunakan produk dalam negeri. Ia optimistis parfum hasil kolaborasi Aceh dan Kaltim akan menjadi simbol kreativitas dan kekuatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan hanya soal parfum, tapi tentang identitas dan kebanggaan bangsa,\u201d pungkasnya.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8211; Ambisi Banda Aceh untuk menancapkan jejak di industri wewangian <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/05\/aceh-kaltim-satukan-nilam-dan-gaharu-bidik-industri-parfum-kelas-dunia\/\" title=\"Aceh\u2013Kaltim Satukan Nilam dan Gaharu, Bidik Industri Parfum Kelas Dunia\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":45137,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2945],"tags":[14625,14626,14628,14627],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-45136","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemko-banda-aceh","8":"tag-bidik","9":"tag-industri","10":"tag-kelas-dunia","11":"tag-parfum"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45136"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45138,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45136\/revisions\/45138"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45136"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=45136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}