{"id":45105,"date":"2026-01-01T21:48:39","date_gmt":"2026-01-01T14:48:39","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=45105"},"modified":"2026-01-04T22:10:55","modified_gmt":"2026-01-04T15:10:55","slug":"dprk-dan-forkopimda-banda-aceh-pastikan-kondisi-kota-kondusif-awal-tahun-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/01\/dprk-dan-forkopimda-banda-aceh-pastikan-kondisi-kota-kondusif-awal-tahun-2026\/","title":{"rendered":"DPRK dan Forkopimda Banda Aceh Pastikan Kondisi Kota Kondusif Awal Tahun 2026"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh \u2014<\/strong> Memasuki awal Januari 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ibu kota Provinsi Aceh tetap kondusif pasca pelarangan perayaan malam pergantian tahun.<\/p>\n<p>Pengawasan intensif dilakukan sejak malam 31 Desember 2025 hingga awal 1 Januari 2026. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadi aktivitas yang bertentangan dengan ketentuan daerah serta menjaga ketenteraman masyarakat, khususnya di titik-titik keramaian dan pusat aktivitas warga.<br \/>\nWakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi, menyampaikan bahwa secara umum situasi Kota Banda Aceh berjalan aman dan terkendali. Ia mengapresiasi sinergi seluruh unsur Forkopimda, aparat keamanan, serta peran aktif masyarakat yang telah mematuhi kebijakan pemerintah daerah.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, memasuki tahun 2026 kondisi Banda Aceh relatif aman dan kondusif. Ini berkat kerja sama yang baik antara DPRK, Forkopimda, aparat keamanan, serta kesadaran masyarakat,\u201d ujar Musriadi.<\/p>\n<p>Menurutnya, pelarangan perayaan malam tahun baru bukan semata-mata untuk membatasi ruang ekspresi masyarakat, melainkan sebagai upaya menjaga nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang menjadi identitas Aceh. Selain itu, kebijakan tersebut juga bertujuan menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban.<\/p>\n<p>Musriadi juga mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai waktu untuk bermuhasabah, merefleksikan diri, serta memperbanyak doa dan kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa pergantian tahun seharusnya dimaknai sebagai awal untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.<\/p>\n<p>\u201cPergantian tahun hendaknya kita isi dengan muhasabah dan doa bersama. Terlebih saat ini saudara-saudara kita di beberapa wilayah Aceh masih berjuang menghadapi dampak bencana banjir yang terjadi pada akhir Desember 2025,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, doa dan empati masyarakat sangat dibutuhkan bagi para korban bencana, sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam membantu pemulihan pascabencana. DPRK Banda Aceh, lanjut Musriadi, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik.<\/p>\n<p>Dengan situasi yang kondusif di awal tahun, Musriadi berharap tahun 2026 dapat menjadi momentum bagi Banda Aceh untuk terus berbenah, memperkuat ketertiban sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cSemoga tahun 2026 membawa keberkahan, keselamatan, dan ketenangan bagi seluruh masyarakat Banda Aceh dan Aceh secara umum,\u201d pungkasnya.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2014 Memasuki awal Januari 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2026\/01\/01\/dprk-dan-forkopimda-banda-aceh-pastikan-kondisi-kota-kondusif-awal-tahun-2026\/\" title=\"DPRK dan Forkopimda Banda Aceh Pastikan Kondisi Kota Kondusif Awal Tahun 2026\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":45106,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[63],"tags":[14608,14606,14607,13996],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-45105","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-parlementaria","8":"tag-awal-tahun-2026","9":"tag-kondisi","10":"tag-kota-kondusif","11":"tag-pastikan"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45105"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45107,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45105\/revisions\/45107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45105"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=45105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}