{"id":4453,"date":"2024-02-13T19:53:06","date_gmt":"2024-02-13T12:53:06","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=4453"},"modified":"2024-02-13T19:53:06","modified_gmt":"2024-02-13T12:53:06","slug":"pj-bupati-asra-percepatan-penurunan-stunting-perlu-langkah-yang-tepat-disiplin-dan-serius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/02\/13\/pj-bupati-asra-percepatan-penurunan-stunting-perlu-langkah-yang-tepat-disiplin-dan-serius\/","title":{"rendered":"PJ. BUPATI ASRA: PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PERLU LANGKAH YANG TEPAT, DISIPLIN DAN SERIUS"},"content":{"rendered":"<p>Pj. Bupati Aceh Tamiang, Drs. Asra, berpose bersama saat membuka\u00a0Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting tahun 2024, Selasa (13\/2\/2024) di aula Setdakab setempat. [dok. Prokopim 2024]\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Aceh Tamiang \u2013 Prokopim : Langkah yang tepat, disiplin dan serius diperlukan guna percepatan penurunan\u00a0stunting. Ini ditegaskan Pj. Bupati Aceh Tamiang, Drs. Asra saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting tahun 2024, Selasa (13\/2\/24) di aula Setdakab setempat.<\/p>\n<p>\u201cKita harus lakukan penanganan yang tepat, disiplin, dan mesti serius mencegah agar tidak muncul anak-anak\u00a0stunting\u00a0lainnya\u201d, lugas Pj. Bupati Asra.<\/p>\n<p>Ditekankan oleh Pj. Bupati Asra, penanganan kasus\u00a0stunting\u00a0harus dilakukan sejak dini, dari kondisi saat ibu hamil sampai kepada anak usia dua tahun, dan ada lanjutan pengawasan di atas dua tahun dengan tetap memperhatikan asupan gizi bagi anak rentan dan kelompok penderita.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak boleh sepele dan meremehkan kasus\u00a0stunting\u00a0ini. Sulit memang untuk menekan laju kasus ini. Tapi saya yakin, jika dilakukan kerjasama yang baik dengan\u00a0stakeholders\u00a0terkait, angka\u00a0stunting\u00a0kita di Aceh Tamiang bisa turun\u201d, tutur Asra.<\/p>\n<p>Dijelaskan Pj. Bupati Asra, lonjakan kasus\u00a0stunting\u00a0di Aceh Tamiang terjadi saat era pandemi\u00a0Covid-19. Periode pembatasan kegiatan sosial yang sempat diberlakukan saat itu memaksa pelayanan Posyandu bagi balita dihentikan sementara. Akibatnya, asupan makanan dan gizi ibu hamil dan balita tidak terkontrol.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Bappeda, Muhammad Zein mengatakan, di tahun 2024 ini secara nasional Pemerintah Pusat menargetkan konvergensi intervensi mampu menurunkan angka stunting hingga di angka 14 persen.<\/p>\n<p>\u201cDengan target ini, berarti pemerintah kabupaten mesti menyusun suatu kebijakan dan perlakuan khusus yang harus disepakati bersama dalam penangan kasus stunting di Aceh Tamiang\u201d, terangnya melanjutkan.<\/p>\n<p>Dalam Rakor yang berlangsung selama sehari tersebut juga dilakukan penandatangaan Nota Kesepahaman antara Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten aceh Tamiang terkait percepatan pencegahan dan penurunan stunting.<\/p>\n<p>Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Plt. Sekretaris Daerah, Tri Kurnia, Ketua TP-PKK, Murniati Asra, Ketua DWP, Nana Yulita, para Kepala serta perwakilan OPD, seluruh Kepala Puskesmas, dan tamu undangan lainnya. ( WA )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pj. Bupati Aceh Tamiang, Drs. Asra, berpose bersama saat membuka\u00a0Rapat Koordinasi Tim <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/02\/13\/pj-bupati-asra-percepatan-penurunan-stunting-perlu-langkah-yang-tepat-disiplin-dan-serius\/\" title=\"PJ. BUPATI ASRA: PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PERLU LANGKAH YANG TEPAT, DISIPLIN DAN SERIUS\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-4453","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-berita"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4453"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4453\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4455,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4453\/revisions\/4455"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4453"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}