{"id":44453,"date":"2025-12-26T21:06:27","date_gmt":"2025-12-26T14:06:27","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=44453"},"modified":"2025-12-26T21:06:27","modified_gmt":"2025-12-26T14:06:27","slug":"di-tengah-duka-banjir-aceh-wagub-fadhlullah-minta-semua-pihak-tahan-diri-dan-jaga-kekompakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/26\/di-tengah-duka-banjir-aceh-wagub-fadhlullah-minta-semua-pihak-tahan-diri-dan-jaga-kekompakan\/","title":{"rendered":"Di Tengah Duka Banjir Aceh, Wagub Fadhlullah Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Jaga Kekompakan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH \u2013<\/strong> Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengeluarkan pernyataan tegas menyikapi insiden gesekan antara aparat keamanan dan masyarakat yang terjadi di Kabupaten Aceh Utara. Di tengah suasana duka akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah, ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan, persatuan, serta menjauhkan sikap arogan dari semua pihak.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut disampaikan Fadhlullah sebagai respons atas insiden yang terjadi pada Kamis (25\/12\/2025) malam, saat ribuan warga Aceh masih berjuang menghadapi dampak bencana alam yang merusak rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur publik.<\/p>\n<p>Menurutnya, kejadian tersebut sangat disayangkan karena terjadi di saat seluruh energi dan perhatian seharusnya difokuskan sepenuhnya pada penanganan kemanusiaan dan pemulihan wilayah terdampak bencana.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat Aceh sedang berduka. Mari kita jaga kekompakan dan bahu membahu membantu para korban bencana. Jauhkan sikap arogansi,\u201d ujar Fadhlullah di Banda Aceh, Jumat (26\/12\/2025).<\/p>\n<p><strong>Seruan Menahan Diri dan Tidak Terpancing Emosi<\/strong><\/p>\n<p>Fadhlullah menegaskan bahwa dalam situasi darurat seperti saat ini, semua pihak dituntut untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi. Ia menilai, konflik atau gesekan apa pun hanya akan memperburuk keadaan dan menambah penderitaan masyarakat yang sudah terdampak bencana.<\/p>\n<p>\u201cFokus utama kita sekarang adalah menyelamatkan warga, memulihkan daerah terdampak, dan memastikan bantuan kemanusiaan berjalan lancar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sebagai mantan aktivis, Fadhlullah menekankan bahwa Aceh memiliki pengalaman panjang menghadapi konflik dan bencana. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk belajar dari masa lalu dan memilih jalan persatuan serta kebersamaan.<\/p>\n<p><strong>Ajakan Persatuan untuk Semua Elemen<\/strong><\/p>\n<p>Seruan Wakil Gubernur Aceh ini tidak hanya ditujukan kepada aparat keamanan, tetapi juga kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk TNI, Polri, Gerakan Aceh Merdeka (GAM), serta warga sipil di semua lapisan.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap TNI, Polri, GAM, dan masyarakat bisa bersatu padu dan tetap kompak dalam membantu korban serta membangun kembali wilayah yang terdampak bencana,\u201d ujar Fadhlullah sebagaimana dilansir Antara.<\/p>\n<p>Ia menilai bahwa momentum bencana seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sosial, bukan sebaliknya menjadi pemicu perpecahan.<\/p>\n<p><strong>TNI\u2013Polri Diminta Jadi Penjaga Kondusivitas<\/strong><\/p>\n<p>Secara khusus, Fadhlullah meminta aparat TNI dan Polri untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga suasana tetap kondusif di lokasi bencana. Menurutnya, kehadiran aparat harus memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama bagi para korban bencana yang sedang berada dalam kondisi rentan.<\/p>\n<p>\u201cKepada TNI dan Polri, kami meminta untuk menahan diri dan bersatu padu bersama masyarakat dalam membantu pemulihan daerah bencana,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pendekatan humanis dan dialogis harus dikedepankan agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.<\/p>\n<p><strong>Kapolda Aceh: Insiden Dipicu Salah Paham<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah turut memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di Aceh Utara. Ia menyebut bahwa kejadian tersebut dipicu oleh kesalahpahaman komunikasi di lapangan.<\/p>\n<p>Menurut Kapolda, setelah insiden tersebut, para pihak telah melakukan komunikasi dan sepakat untuk tidak memperkeruh situasi.<\/p>\n<p>\u201cPara pihak sudah bersepakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif serta bersama-sama membantu masyarakat menyelesaikan persoalan banjir,\u201d kata Marzuki Ali Basyah.<\/p>\n<p>Kapolda juga menegaskan bahwa saat ini fokus aparat kepolisian bersama unsur TNI adalah memastikan stabilitas keamanan agar proses penanganan bencana dan distribusi bantuan kemanusiaan dapat berjalan dengan lancar.<\/p>\n<p><strong>Harapan Tidak Terulang Kembali<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah Aceh berharap insiden serupa tidak kembali terulang, khususnya di tengah situasi darurat bencana. Fadhlullah menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan nilai kemanusiaan, empati, dan semangat tolong-menolong.<\/p>\n<p>\u201cBencana ini adalah ujian bagi kita semua. Hanya dengan kebersamaan dan kekompakan, Aceh bisa bangkit,\u201d pungkasnya.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengeluarkan pernyataan tegas menyikapi insiden <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/26\/di-tengah-duka-banjir-aceh-wagub-fadhlullah-minta-semua-pihak-tahan-diri-dan-jaga-kekompakan\/\" title=\"Di Tengah Duka Banjir Aceh, Wagub Fadhlullah Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Jaga Kekompakan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":44454,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1320],"tags":[14356,14354,14355],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-44453","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemerintah-aceh","8":"tag-jaga-kekompakan","9":"tag-semua-pihak","10":"tag-tahan-diri"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44453"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44453\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44455,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44453\/revisions\/44455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44453"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=44453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}