{"id":42967,"date":"2025-12-03T20:41:20","date_gmt":"2025-12-03T13:41:20","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=42967"},"modified":"2025-12-03T20:41:20","modified_gmt":"2025-12-03T13:41:20","slug":"pemerintah-pusat-diharapkan-permudah-izin-bantuan-internasional-untuk-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/03\/pemerintah-pusat-diharapkan-permudah-izin-bantuan-internasional-untuk-aceh\/","title":{"rendered":"Pemerintah Pusat Diharapkan Permudah Izin Bantuan Internasional untuk Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh &#8211;<\/strong> Pemerintah Aceh meminta pemerintah pusat untuk mempermudah proses perizinan masuknya bantuan dari internasional guna mempercepat penanganan darurat bencana di sejumlah wilayah di tanah rencong.<\/p>\n<p>Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin mengatakan, kemudahan akses tersebut penting karena kondisi di lapangan sangat membutuhkan dukungan logistik.<\/p>\n<p>Dalam rangka penanggulangan bencana, kemudahan perizinan dari birokrasi sangat penting dipermudah agar bantuan dari luar negeri dapat segera diterima masyarakat Aceh.<\/p>\n<p>\u201cKita berharap pemerintah pusat dapat memberikan kelonggaran agar akseptabilitas bantuan ke kawasan bencana bisa lebih cepat,\u201d kata Murthalamuddin, Rabu (3\/12\/2025).<\/p>\n<p>Dirinya menyampaikan, saat ini beberapa wilayah terdampak bencana di Aceh masih sulit dijangkau akibat rusaknya jaringan jalan, jembatan, hingga komunikasi.<\/p>\n<p>Kendala komunikasi semakin diperparah oleh ketiadaan listrik. Meskipun tersedia akses internet melalui Starlink, perangkat tetap membutuhkan daya, dan ketika baterai habis, komunikasi kembali terputus.<\/p>\n<p>Kemudian disisi lain, lanjut Murthalamuddin, terkait kebutuhan relawan, unsur Tagana, TNI, dan relawan lain sejak awal bencana hingga hari ini terus bergerak di lapangan.<\/p>\n<p>Namun hambatan terbesar tetap pada akses menuju lokasi. Tingginya lumpur membuat jalur tidak dapat dilalui kendaraan.<\/p>\n<p>Bahkan di sejumlah titik, bantuan harus dipanggul secara manual, tetapi metode ini tidak dapat berlangsung lama karena rawan menimbulkan kemacetan dan membahayakan relawan.<\/p>\n<p>Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Aceh menegaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat, terutama dalam mempercepat izin bagi bantuan luar negeri maupun lembaga kemanusiaan internasional.<\/p>\n<p>Pemerintah daerah juga mencontohkan ada bantuan sebelumnya yang mengirimkan pesawat pengangkut logistik. Mereka berharap proses birokrasi di bandara atau titik masuk lainnya dapat dipermudah tanpa mengesampingkan aturan keselamatan.<\/p>\n<p>\u201cSituasi darurat tidak bisa menunggu. Semakin cepat bantuan masuk, semakin besar peluang untuk menyelamatkan warga di wilayah terisolir,\u201d pungkas Murthalamuddin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8211; Pemerintah Aceh meminta pemerintah pusat untuk mempermudah proses perizinan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/03\/pemerintah-pusat-diharapkan-permudah-izin-bantuan-internasional-untuk-aceh\/\" title=\"Pemerintah Pusat Diharapkan Permudah Izin Bantuan Internasional untuk Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":42968,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1320],"tags":[13696],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-42967","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemerintah-aceh","8":"tag-pemerintah-pusat-diharapkan-permudah-izin-bantuan-internasional-untuk-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42967"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42967\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42969,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42967\/revisions\/42969"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42968"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42967"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=42967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}