{"id":42832,"date":"2025-12-02T00:15:12","date_gmt":"2025-12-01T17:15:12","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=42832"},"modified":"2025-12-02T00:15:12","modified_gmt":"2025-12-01T17:15:12","slug":"aktivis-kemanusiaan-aceh-pemko-langsa-segera-hadirkan-posko-bantuan-kemanusiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/02\/aktivis-kemanusiaan-aceh-pemko-langsa-segera-hadirkan-posko-bantuan-kemanusiaan\/","title":{"rendered":"Aktivis Kemanusiaan Aceh: Pemko Langsa Segera Hadirkan Posko Bantuan Kemanusiaan!"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kota Langsa<\/strong> &#8211; Aktivis Peduli Kemanusian Aceh Aria Purnama mengatakan kekecewan terhadap Pemerintah Kota Langsa yang lambat; dengan tidak adanya Posko-posko Penanggulangan Bencana dan Bantuan Sembako ke Warga Kota Langsa.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak Warga Kota Langsa mengeluh dan menuntut Pemerintah Kota Langsa untuk segera mengambil tindakan konkret dan bertanggung jawab atas keterlambatan penyaluran bantua yang penting dan genting,&#8221;<\/p>\n<p>\u200bPercepatan penyaluran bantuan mendesak agar Pemerintah Kota Langsa harus menyelesaikan penyaluran seluruh bantuan dasar (sembako, air bersih, obat-obatan, selimut, dll) kepada semua kepala keluarga yang terdata dan terdampak banjir dalam waktu maksimal 2 x 24 jam sejak tuntutan ini disampaikan.<\/p>\n<p>Aria mendesak agar \u200bakses cepat tanggap untuk membuka posko distribusi bantuan yang lebih mudah dijangkau dan memastikan distribusi dilakukan secara merata tanpa diskriminasi wilayah atau status sosial.<\/p>\n<p>&#8220;\u200bPrioritas Khusus dan bantuan difokuskan segera kepada kelompok rentan, yaitu kepada warga Kota Langsa yang Lansia, Balita, ibu hamil\/menyusui, dan penyandang disabilitas,&#8221; tegas Aria<\/p>\n<p>\u200bAria juga menegaskan agar transparansi dan akuntabilitas data korban banjir<\/p>\n<p>&#8220;\u200bKami menuntut adanya keterbukaan informasi, yaitu: \u200bRilis data logistik. Pemerintah wajib merilis secara publik data yang jelas mengenai jumlah total bantuan (uang dan barang), asal sumber bantuan (APBK, Provinsi, Donasi), dan posisi barang (gudang penyimpanan) saat ini,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>\u200bLanjut Aria, penanggulangan dan pemulihan dampak<br \/>\n\u200bkerugian material yang besar akibat keterlambatan bantuan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami menuntut<br \/>\nbantuan Stimulan Pemerintah Kota Langsa segera menyediakan Bantuan Stimulan atau Dana Tunai untuk pemulihan rumah dan kehilangan harta\/benda warga yang rusak ringan\/sedang, sebagai bentuk kompensasi atas keterlambatan yang terjadi,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Kemudian, \u200bperbaikan Infrastruktur dan mempercepat pemulihan dampak bencana infrastruktur vital yang rusak (jalan, jembatan, fasilitas air bersih) dan menanggulangi ancaman penyakit pasca-banjir secepatnya.<\/p>\n<p>&#8220;\u200bKami tegaskan dan menuntut bahwa evaluasi kinerja dan adanya pertanggungjawaban atas kelalaian ini yaitu evaluasi kinerja pejabat Kota Langsa untuk melakukan evaluasi mendesak dan menyeluruh terhadap kinerja Dinas\/Badan yang bertanggung jawab langsung atas penanganan dan distribusi bantuan banjir (BPBD, Dinas Sosial, dll). Selain itu juga menerapkan sanksi administratif yang tegas kepada pejabat yang terbukti lalai dan menyebabkan keterlambatan bantuan kemanusiaan yang berdampak terhadap bencana ini,&#8221; tutup Aria.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kota Langsa &#8211; Aktivis Peduli Kemanusian Aceh Aria Purnama mengatakan kekecewan terhadap <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/12\/02\/aktivis-kemanusiaan-aceh-pemko-langsa-segera-hadirkan-posko-bantuan-kemanusiaan\/\" title=\"Aktivis Kemanusiaan Aceh: Pemko Langsa Segera Hadirkan Posko Bantuan Kemanusiaan!\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":42833,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[12455],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-42832","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-breakingnews"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42832"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42832\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42835,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42832\/revisions\/42835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42832"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=42832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}