{"id":4249,"date":"2024-02-08T09:29:57","date_gmt":"2024-02-08T02:29:57","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=4249"},"modified":"2024-02-08T09:31:00","modified_gmt":"2024-02-08T02:31:00","slug":"elektabilitas-prabowo-gibran-tembus-525-persen-hasil-survei-populi-center","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/02\/08\/elektabilitas-prabowo-gibran-tembus-525-persen-hasil-survei-populi-center\/","title":{"rendered":"Elektabilitas Prabowo-Gibran Tembus 52,5 Persen Hasil Survei Populi Center"},"content":{"rendered":"<h1 dir=\"ltr\"><\/h1>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Dailymailindonesia.com, Jakarta \u2013<\/strong> Lembaga Populi Center kembali merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas para capres-cawapres dan peluang pemilu satu putaran pada Pilpres 2024 ini. Pasangan Prabowo-Gibran, tembus di atas 50 persen.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hasil surveinya menunjukkan elektabilitas pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto \u2013 Gibran Rakabuming Raka, menjadi yang paling tinggi dengan angka 52,5 persen. Sementara, pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan \u2013 Muhaimin Iskandar (AMIN) dan pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo \u2013 Mahfud MD masing-masing berada di posisi 2 dan 3.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Adapun yang belum memutuskan, kata Afri, sebesar 6,3 persen, dan menolak menjawab sebesar 2,2 persen. Afri juga menjelaskan, bahwa Prabowo-Gibran ternyata banyak mendapat dukungan dari gen z dan milenial, serta pemilih tua.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Disebutkan, angka pemilih muda yang memilih Prabowo-Gibran meningkat dari 49 persen menjadi 57,6 persen. Sedangkan generasi yang lebih tua meningkat dari 42,6 persen menjadi 47,9 persen. Adapun elektabilitas AMIN, kata Afri, cenderung stagnan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Berdasarkan sebaran wilayah pulau, tidak ada perubahan dukungan yang berarti. Meski demikian, hasil indikatif menunjukkan terdapat penurunan dukungan kepada Anies-Muhaimin dari pemilih yang tinggal di wilayah Indonesia Timur,&#8221; kata Afri Populi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, Ganjar-Mahfud cenderung mengalami penurunan dari temuan Populi, dari yang tadinya memiliki elektabilitas 18,9 persen menjadi 16,9 persen. Afri mengatakan, pemilih PDIP yang memilih Ganjar-Mahfud juga berkurang lebih dari 10 persen.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di Pulau Jawa Tengah dan Timur, dukungan pada Ganjar-Mahfud berkurang dari survei sebelumnya sebesar 35,4 persen menjadi 28,9 persen,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Untuk diketahui, survei nasional Populi ini digelar pada 27 Januari-3 Februari 2024. Dikatakan, 1.500 responden dilibatkan dari 38 provinsi berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sementara metode penentuan responden secara acak bertingkat dan wawancara dilakukan secara tatap muka.<\/p>\n<p>Sedangkan margin of error survei ini berada di angka kurang lebih\u00a0 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.( sumb; viva.co.id)<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-admin\/post.php?post=4249&amp;action=edit\">Dailymailindonesia<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dailymailindonesia.com, Jakarta \u2013 Lembaga Populi Center kembali merilis hasil survei terbarunya terkait <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/02\/08\/elektabilitas-prabowo-gibran-tembus-525-persen-hasil-survei-populi-center\/\" title=\"Elektabilitas Prabowo-Gibran Tembus 52,5 Persen Hasil Survei Populi Center\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2,31],"tags":[976,975],"newstopic":[173],"class_list":{"0":"post-4249","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-berita","7":"category-nasional","8":"tag-5-persen-hasil-survei-populi-center","9":"tag-elektabilitas-prabowo-gibran-tembus-52","10":"newstopic-berita-dalam-negeri"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4249"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4249\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4252,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4249\/revisions\/4252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4249"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}