{"id":41219,"date":"2025-11-09T14:15:33","date_gmt":"2025-11-09T07:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=41219"},"modified":"2025-11-10T14:45:22","modified_gmt":"2025-11-10T07:45:22","slug":"realisasi-keuangan-baru-65-persen-gubernur-aceh-diminta-percepat-serapan-apba-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/09\/realisasi-keuangan-baru-65-persen-gubernur-aceh-diminta-percepat-serapan-apba-2025\/","title":{"rendered":"Realisasi Keuangan Baru 65 Persen, Gubernur Aceh Diminta Percepat Serapan APBA 2025"},"content":{"rendered":"<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Banda Aceh, Dailymail Indonesia<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak Gubernur Aceh untuk mempercepat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2025 yang hingga kini masih jauh dari target. Sebab, berdasarkan data pada layar monitor P2K Aceh per 6 November 2025, realisasi keuangan Pemerintah Aceh baru mencapai 65 persen dari target 83,7 persen.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, menyebutkan bahwa rendahnya serapan anggaran menunjukkan lemahnya kinerja sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Salah satunya adalah Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Aceh, dimana dari total anggaran Rp 705,82 miliar, baru terealisasi Rp 80,38 miliar, atau mengalami deviasi -51,66 persen.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u201cJika dihitung dari sisa tahun anggaran hanya tinggal 50 hari kerja efektif, sangat tidak mungkin target bisa dikejar. Diperkirakan tahun ini SiLPA bisa lebih besar dari tahun anggaran 2024,\u201d kata Nasruddin dalam keterangannya, Jumat, 7 November 2025.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Ia meminta Gubernur Aceh untuk menempatkan pejabat yang benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u201cKepada Mualem selaku Gubernur Aceh diminta ke depan menempatkan pembantunya yang betul-betul orang yang siap dan paham dengan tugas dan tanggung jawabnya. Penunjukan kepala dinas hendaknya melihat rekam jejak apakah ada prestasi sebelumnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Nasruddin mencontohkan lanjutan pembangunan RS Regional Aceh Selatan yang gagal tender dengan alasan waktu yang tidak cukup, padahal anggaran sudah disahkan sejak awal tahun.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Kemudian juga pembangunan Gedung DPKKA yang dilakukan melalui e-katalog di akhir tahun anggaran, tapi hingga kini kemajuan fisiknya belum mencapai 10 persen.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, kebiasaan melakukan tender di penghujung tahun tersebut patut dicurigai penyebabnya. Bahkan, katanya, hingga kini paket-paket APBA Perubahan juga belum diketahui kapan akan dieksekusi.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u201cApakah pengguna anggaran sengaja mengendapkan anggaran di bank dengan tujuan mendapatkan bunga atau belum adanya \u2018linto\u2019 yang komit dengan setoran fee,\u201d katanya. [Miswan Fuad]<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Dailymail Indonesia Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak Gubernur Aceh untuk <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/11\/09\/realisasi-keuangan-baru-65-persen-gubernur-aceh-diminta-percepat-serapan-apba-2025\/\" title=\"Realisasi Keuangan Baru 65 Persen, Gubernur Aceh Diminta Percepat Serapan APBA 2025\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":41220,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-41219","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41219","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41219"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41219\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41299,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41219\/revisions\/41299"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41220"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41219"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=41219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}