{"id":39953,"date":"2025-10-23T12:44:04","date_gmt":"2025-10-23T05:44:04","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=39953"},"modified":"2025-10-23T12:44:04","modified_gmt":"2025-10-23T05:44:04","slug":"mualem-gaet-investor-tiongkok-aceh-siap-lepas-ketergantungan-dari-medan-menuju-kemandirian-ekonomi-tanah-rencong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/mualem-gaet-investor-tiongkok-aceh-siap-lepas-ketergantungan-dari-medan-menuju-kemandirian-ekonomi-tanah-rencong\/","title":{"rendered":"Mualem Gaet Investor Tiongkok, Aceh Siap Lepas Ketergantungan dari Medan: Menuju Kemandirian Ekonomi Tanah Rencong"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh \u2013<\/strong> Gubernur Aceh Muzakir Manaf menunjukkan langkah berani dan visioner dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi Aceh. Dalam kunjungan dan pertemuan dengan investor asal Tiongkok, Mualem \u2013 sapaan akrabnya \u2013 berhasil melobi perusahaan besar asal Negeri Tirai Bambu untuk menanamkan modal di Tanah Rencong. Langkah strategis ini disebut sebagai titik awal agar Aceh tidak lagi bergantung pada pasokan dari Medan, Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Menurut Mualem, selama ini sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat Aceh, seperti telur dan pakan ternak, masih bergantung dari pasokan luar daerah, terutama dari Medan. Kondisi tersebut, kata dia, membuat ekonomi Aceh tidak bisa tumbuh maksimal karena terlalu tergantung pada provinsi tetangga.<\/p>\n<p>\u201cKita tahu belakangan ini bahwa kita sangat tergantung pada Medan. Kita tidak mau terus bergantung 100 persen. Karena sikap mereka begitu, maka kita harus punya sikap dan langkah tegas. Kita harus tarik diri dan membangun kekuatan ekonomi kita sendiri,\u201d tegas Mualem kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (22\/10\/2025).<\/p>\n<p>Langkah konkret pun segera diambil. Pemerintah Aceh melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pembangunan Aceh (PEMA) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Zhongke Holdings Green Technology Co., Ltd, perusahaan teknologi modern asal Provinsi Henan, Tiongkok. Kerja sama ini mencakup pengembangan kawasan industri modern berbasis teknologi pangan dan peternakan canggih.<\/p>\n<p>Pembangunan kawasan industri tersebut ditargetkan mulai digarap dalam waktu dekat dan diharapkan sudah bisa beroperasi pada tahun 2027. Proyek ini tidak hanya berfokus pada produksi telur, tetapi juga akan menghadirkan konsep inovatif yang belum ada di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan sekadar peternakan ayam biasa. Nantinya, telur yang dihasilkan akan memiliki berbagai kategori, seperti telur khusus untuk bayi, dewasa, dan kebutuhan umum. Gizi telur akan ditingkatkan dengan teknologi tinggi, agar anak-anak Aceh mendapat asupan protein yang lebih baik. Jadi ini proyek besar yang tidak hanya bicara ekonomi, tapi juga ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat,\u201d jelas Mualem.<\/p>\n<p>Selain bidang peternakan, kerja sama ini juga diharapkan membuka pintu investasi di sektor lain seperti energi hijau, teknologi ramah lingkungan, dan pengolahan hasil pertanian. Pemerintah Aceh berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari regulasi serta kebijakan pemerintah pusat.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin membangun Aceh yang mandiri, modern, dan terbuka bagi investasi global. Ini langkah awal untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing daerah, dan mengangkat kesejahteraan rakyat Aceh,\u201d ujar Gubernur yang juga mantan Panglima GAM tersebut.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Mualem mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung langkah transformasi ekonomi ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan pihak luar bukan berarti menggadaikan kedaulatan ekonomi, melainkan bagian dari strategi besar menuju Aceh yang berdaya saing dan tidak lagi menjadi \u2018pasar\u2019 bagi daerah lain.<\/p>\n<p>\u201cMari kita terus membangun jembatan kerja sama, inovasi, dan persahabatan ini demi kemajuan bersama. Aceh harus berdiri di atas kaki sendiri,\u201d tutupnya penuh optimisme.<\/p>\n<p>Kerja sama antara Aceh dan investor Tiongkok ini menjadi sinyal kuat bahwa Tanah Rencong mulai menapaki babak baru dalam sejarah ekonominya \u2014 dari ketergantungan menuju kemandirian dan kedaulatan ekonomi daerah.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Gubernur Aceh Muzakir Manaf menunjukkan langkah berani dan visioner <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/23\/mualem-gaet-investor-tiongkok-aceh-siap-lepas-ketergantungan-dari-medan-menuju-kemandirian-ekonomi-tanah-rencong\/\" title=\"Mualem Gaet Investor Tiongkok, Aceh Siap Lepas Ketergantungan dari Medan: Menuju Kemandirian Ekonomi Tanah Rencong\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":39954,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1320],"tags":[12246,12245],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-39953","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemerintah-aceh","8":"tag-aceh-siap-lepas-ketergantungan-dari-medan-menuju-kemandirian-ekonomi-tanah-rencong","9":"tag-mualem-gaet-investor-tiongkok"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39953","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39953"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39953\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39955,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39953\/revisions\/39955"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39953"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}