{"id":39892,"date":"2025-10-22T08:22:10","date_gmt":"2025-10-22T01:22:10","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=39892"},"modified":"2025-10-22T08:22:10","modified_gmt":"2025-10-22T01:22:10","slug":"banda-aceh-terima-penghargaan-adinkes-award-2025-kategori-penanggulangan-aids-tbc-dan-malaria","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/22\/banda-aceh-terima-penghargaan-adinkes-award-2025-kategori-penanggulangan-aids-tbc-dan-malaria\/","title":{"rendered":"Banda Aceh Terima Penghargaan ADINKES Award 2025 Kategori Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria"},"content":{"rendered":"<p><strong>Surakarta<\/strong> &#8211; Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa\u2019aduddin Djamal, S.E., menerima Penghargaan ADINKES Award 2025 dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) untuk kategori Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Bima Arya dalam acara Pelatihan dan Lokakarya Nasional (PENTALOKA) ADINKES 2025 yang digelar di Hotel Lorin Dwangsa, Surakarta, Selasa (21\/10\/2025).<\/p>\n<p>Acara yang dibuka secara resmi oleh Wamendagri ini dihadiri oleh kepala daerah dan kepala dinas kesehatan dari seluruh Indonesia. Banda Aceh menjadi salah satu daerah yang memperoleh apresiasi atas keberhasilan dan komitmen dalam pembangunan kesehatan, khususnya dalam upaya pengendalian dan penanggulangan AIDS, TBC, serta mempertahankan eliminasi malaria.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Wamendagri Bima Arya menegaskan bahwa indikator utama transformasi sosial di negara maju dapat dilihat dari keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cNegara maju selalu ditandai dengan terpenuhinya indikator kesehatan, mulai dari usia harapan hidup, angka kematian ibu, prevalensi stunting, hingga insidensi tuberkulosis. Saat ini, TBC menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia. Karena itu, kepala daerah harus memiliki sense of emergency dan berkolaborasi dengan semua pihak, seperti saat kita bersama-sama menghadapi pandemi COVID-19,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pembaruan data (updating data) sebagai kunci dalam penanganan stunting dan penyakit menular lainnya.<\/p>\n<p>\u201cPersoalan utama stunting sering kali ada pada data. Metode pengukuran yang tidak tepat membuat intervensi menjadi kurang efektif. Selain itu, kolaborasi dengan sektor swasta dan korporasi juga penting untuk mendukung pendanaan penanganan stunting,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Terkait pengendalian konsumsi rokok, Wamendagri juga mengingatkan agar kepala daerah tetap teguh dalam menerapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cResepnya tetap sama: bangun kemitraan pentahelix, perkuat data prevalensi, tingkatkan sosialisasi, dan awasi iklan-iklan rokok. Kepala daerah harus berani menegakkan aturan demi melindungi generasi kita dari dampak buruk rokok,\u201d tegas Bima Arya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa\u2019aduddin Djamal dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut. Ia menyebut penghargaan ADINKES 2025 menjadi motivasi untuk memperkuat sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan di Banda Aceh melalui program Resilient Sustainable System for Health (RSSH).<\/p>\n<p>\u201cMelalui RSSH, kami berupaya membangun sistem kesehatan yang lebih responsif dan berkeadilan. Ini sejalan dengan visi \u2018Banda Aceh Kolaborasi\u2019, karena keberhasilan penanganan AIDS, TBC, dan Malaria membutuhkan keterlibatan semua pihak \u2014 pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,\u201d ujar Illiza.<\/p>\n<p>Illiza menambahkan, meskipun Banda Aceh telah mencapai eliminasi malaria, tantangan penyakit menular lainnya seperti TBC dan AIDS masih membutuhkan perhatian serius.<\/p>\n<p>\u201cKasus TBC masih cukup tinggi dan kasus AIDS menunjukkan peningkatan. Karena itu, RSSH menjadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan, penganggaran, dan kemitraan lintas sektor agar layanan kesehatan kita semakin tangguh,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Banda Aceh menjadi salah satu daerah pelaksana awal program RSSH sejak tahun 2022, yang kemudian diperluas ke Aceh Besar dan Pidie pada tahun 2023. Wali Kota Illiza berharap inisiatif ini dapat terus berlanjut hingga mencakup seluruh kabupaten\/kota di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cPenghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mewujudkan sistem kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,\u201d tutup Illiza.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surakarta &#8211; Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa\u2019aduddin Djamal, S.E., menerima <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/22\/banda-aceh-terima-penghargaan-adinkes-award-2025-kategori-penanggulangan-aids-tbc-dan-malaria\/\" title=\"Banda Aceh Terima Penghargaan ADINKES Award 2025 Kategori Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":39893,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2945],"tags":[12221,12223,12222],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-39892","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pemko-banda-aceh","8":"tag-banda-aceh-terima-penghargaan-adinkes-award-2025-kategori-penanggulangan-aids","9":"tag-dan-malaria","10":"tag-tbc"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39892"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39894,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39892\/revisions\/39894"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39892"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}