{"id":37697,"date":"2025-09-19T14:35:41","date_gmt":"2025-09-19T07:35:41","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=37697"},"modified":"2025-09-19T14:35:41","modified_gmt":"2025-09-19T07:35:41","slug":"dugaan-kurang-pengawasan-proyek-ruang-sd-di-aceh-tamiang-yang-nilai-hampir-satu-miliar-berpotensi-merugikan-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/19\/dugaan-kurang-pengawasan-proyek-ruang-sd-di-aceh-tamiang-yang-nilai-hampir-satu-miliar-berpotensi-merugikan-negara\/","title":{"rendered":"Dugaan Kurang Pengawasan, Proyek Ruang SD di Aceh Tamiang yang Nilai Hampir Satu Miliar, Berpotensi Merugikan Negara"},"content":{"rendered":"<p>\u200eKarang Baru, Dailymail Indonesia<\/p>\n<p>Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas (Revitalisasi Sekolah Suntik Lantai II) di SD Negeri 2 Kualasimpang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan nilai kontrak sebesar Rp991.663.489, yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eProyek itu kini tengah berjalan. Kontraknya dimulai pada 9 September dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUntuk Pekerjaan konstruksi itu dilaksanakan oleh CV. NTR GROUP, dengan perencana CV. Aqshena Engineering serta diawasi oleh CV. Kuta Adya Konsultan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePantauan dilokasi, terlihat 6 orang sedang melakukan perkejaan tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSalah satu pekerja yang ditanya mengatakan, pekerjaan ini sudah dimulai sejak satu Minggu yang lalu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Pekerjaan sudah mulai satu Minggu yang lalu. Untuk Konsultan dan pengawasan lagi tidak ada dilokasi,&#8221; ucap pekerja Proyek itu, Rabu 17 September 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSaat ditanya Seng dan Kayu hasil pembongkaran runga kelas, Pekerja Proyek menjawab &#8220;Seng pembokaran dari 3 ruang kelas ini dan kayunya, digunakan untuk pagar. Untuk kayu nya, rencananya digunakan untuk peranca bangunan,&#8221; katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara untuk pembongkaran 3 ruang kelas itu diperkirakan ada 200 lembar Seng,<br \/>\n\u200esementera\u00a0Seng yang digunakan untuk pagar, diperkirakan mencapai 80 lembar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePekerja pun kembali ditanya Seng lainnya dari pembokaran runga kelas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Untuk sisa Seng nya tidak tahu,&#8221; kata pekerja.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSeiring dengan itu, muncul perhatian publik terkait status hukum sisa bongkaran bangunan berupa atap, besi, kayu, maupun material lainnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBiasanya, kegagalan dalam sebuah proyek disebabkan oleh hal-hal kecil misalnya abay dari pekerja mematuhi protokol K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), lemahnya pelaksana baik dari pihak Penyedia Jasa, maupun tidak adanya konsultan pengawas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSemuanya, berdampak mengganggu kelancaran proyek secara keseluruhan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHal tersebut juga berpotensi merugikan keuangan negara. Sebagai contoh banyaknya temuan LHP BPK RI Tahun 2024 yang harus mengembalikan uang, ini tidak terlepas dari tugas konsultan pengawas dalam pelaksanaan pekerjaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSedangkan, Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, aset sisa bongkaran tetap merupakan Barang Milik Negara\/Daerah (BMN\/BMD) hingga ada penetapan resmi untuk pemanfaatan atau penghapusannya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDimana pada UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Pasal 49 ayat (1) menegaskan bahwa barang milik negara\/daerah tidak boleh dipindahtangankan tanpa persetujuan pejabat berwenang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eArtinya, meski berupa sisa bongkaran, tetap tercatat sebagai aset negara.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePP No. 27 Tahun 2014 jo. Permendagri No. 19 Tahun 2016. Sisa bongkaran dikategorikan sebagai BMD yang tidak dipakai lagi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePemanfaatan, pemindahtanganan, atau penjualan hanya bisa dilakukan melalui mekanisme resmi: lelang, hibah, atau penghapusan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePasal 425 Permendagri 19\/2016 menegaskan, penghapusan karena rusak berat\/sisa bongkaran harus ditetapkan dengan keputusan kepala daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAda juga aturan yang melarang Kontraktor\/Pelaksana<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerdasarkan Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang\/Jasa Pemerintah, sisa material bukan otomatis menjadi milik kontraktor, kecuali ada klausul kontrak yang mengaturnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJika kontraktor menggunakan atau menjual tanpa izin, maka dapat dianggap merugikan keuangan negara\/daerah dan berpotensi masuk ranah tindak pidana korupsi (UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDengan demikian, pelaksana dilarang menggunakan, menjual, atau memanfaatkan sisa bongkaran atap maupun material lain dari pekerjaan SD Negeri 2 Kualasimpang, kecuali:<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAda klausul kontrak yang memperbolehkan, atau adanya surat penetapan resmi dari pemerintah melalui mekanisme penghapusan atau lelang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara sisa seng dari bongkaran tidak terlihat tumpuk nya lagi<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKabid Dikdas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang yang dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan, penggunaan Seng tersebut atas persetujuan dirinya untuk pengamanan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya yang izinkan pengguna Seng untuk pagar. Yang penting jangan dibawa keluar dari Sekolah,&#8221; katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSedang pihak Rekanan yang dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait penggunaan aset sekolah itu, belum memberikan jawaban. Begitu juga saat dichat melalui WhatsApp.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAtas dasar itu muncul dugaan Konsultan pengawas yang seharusnya memiliki fungsi pengawasan dalam pelaksanaan terkesan membiarkan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain itu, konsultan juga diduga tidak maksimal dalam merencanakan kegiatan, sehingga potensi kerugian Negara terjadi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eKarang Baru, Dailymail Indonesia Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas (Revitalisasi Sekolah Suntik Lantai <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/19\/dugaan-kurang-pengawasan-proyek-ruang-sd-di-aceh-tamiang-yang-nilai-hampir-satu-miliar-berpotensi-merugikan-negara\/\" title=\"Dugaan Kurang Pengawasan, Proyek Ruang SD di Aceh Tamiang yang Nilai Hampir Satu Miliar, Berpotensi Merugikan Negara\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":37698,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-37697","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37697"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37699,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37697\/revisions\/37699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37697"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=37697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}