{"id":35257,"date":"2025-08-14T16:29:34","date_gmt":"2025-08-14T09:29:34","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=35257"},"modified":"2025-08-14T16:29:34","modified_gmt":"2025-08-14T09:29:34","slug":"kejari-aceh-tamiang-eksekusi-2-terpidana-korupsi-mantan-bupati-cs-ditahan-di-lp-kelas-iib-kualasimpang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/kejari-aceh-tamiang-eksekusi-2-terpidana-korupsi-mantan-bupati-cs-ditahan-di-lp-kelas-iib-kualasimpang\/","title":{"rendered":"Kejari Aceh Tamiang Eksekusi 2 Terpidana Korupsi, Mantan Bupati Cs Ditahan Di LP Kelas IIB Kualasimpang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\">Dok Humas Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKarang Baru, Dailymail Indonesia<\/p>\n<p>Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang melaksanakan Eksekusi Putusan Mahkamah Agung RI terhadap 2 terpidana kasus korupsi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kamis, 14 Agustus 2025, sekira pukul 15.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Eksekusi Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI terhadap 2 terpidana kasus Tipikor, Tengku Yusni, dan H. Mursil, S.H., M.Kn (Mantan Bupati Aceh Tamiang). Dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB\u00a0Kuala\u00a0Simpang,&#8221; ujar Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang melalui Kasi Intel, H. Fahmi Jalil, Kamis 14 Agustus 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eFahmi melanjutkan, dasar-dasar pelaksanaan eksekusi adalah Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang tentang Pelaksanaan Putusan Pengadilan Nomor: PRIN-02\/L.1.15\/Fu.1\/07\/2025 tanggal 21 Juli 2025 untuk melaksanakan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 5799 K\/Pid.Sus\/2024 tanggal 16 Desember 2024 atas nama (terpidana): Tengku Yusni.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Ia melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan serta Uang Pengganti sebesar Rp900.000.000,- (sembilan ratus juta rupiah),&#8221; katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKemudian, Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang tentang Pelaksanaan Putusan Pengadilan Nomor: PRIN-03\/L.1.15\/Fu.1\/07\/2025 tanggal 21 Juli 2025 untuk melaksanakan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 5795 K\/Pid.Sus\/2024 tanggal 16 Desember 2024 atas nama (terpidana) H. Mursil, S.H., M.Kn.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 jo Pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan denda sebesar Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan serta Uang Pengganti sebesar Rp90.000.000,- (sembilan puluh\u00a0juta\u00a0rupiah),&#8221; ucap Fahmi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Untuk Eksekusi lahan PT. Desa Alur Jambu, lagi nunggu jawaban Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dok Humas Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang \u200e \u200eKarang Baru, Dailymail Indonesia Jaksa <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/kejari-aceh-tamiang-eksekusi-2-terpidana-korupsi-mantan-bupati-cs-ditahan-di-lp-kelas-iib-kualasimpang\/\" title=\"Kejari Aceh Tamiang Eksekusi 2 Terpidana Korupsi, Mantan Bupati Cs Ditahan Di LP Kelas IIB Kualasimpang\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":35258,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-35257","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35257"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35257\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35259,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35257\/revisions\/35259"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35257"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=35257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}