{"id":34420,"date":"2025-07-29T13:41:12","date_gmt":"2025-07-29T06:41:12","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=34420"},"modified":"2025-07-29T13:46:03","modified_gmt":"2025-07-29T06:46:03","slug":"atasi-lonjakan-harga-beras-pemkab-aceh-besar-gelar-operasi-pasar-khusus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/29\/atasi-lonjakan-harga-beras-pemkab-aceh-besar-gelar-operasi-pasar-khusus\/","title":{"rendered":"Atasi Lonjakan Harga Beras, Pemkab Aceh Besar Gelar Operasi Pasar Khusus"},"content":{"rendered":"<p><strong>KOTA JANTHO \u2014<\/strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) menunjukkan komitmennya dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok dengan menggelar Operasi Pasar Khusus Beras.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Selasa (29\/7\/2025) hingga Rabu (30\/7\/2025), di dua lokasi strategis, yakni Kecamatan Ingin Jaya dan Kecamatan Kuta Baro.<\/p>\n<p>Operasi pasar ini merupakan bagian dari program Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh yang berkolaborasi dengan Diskopukmdag Aceh Besar dan Perum Bulog Kanwil Aceh.<\/p>\n<p>Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi langsung terhadap lonjakan harga beras yang akhir-akhir ini semakin membebani masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.<\/p>\n<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Drs. Sulaimi, M.Si, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam menghadirkan solusi cepat atas persoalan harga beras yang tidak stabil.<\/p>\n<p>\u201cLonjakan harga beras belakangan ini tidak bisa kita biarkan berlangsung lama tanpa ada tindakan. Karena itu, operasi pasar ini hadir sebagai solusi darurat sekaligus bagian dari tanggung jawab kami dalam melindungi daya beli masyarakat,\u201d ungkap Sulaimi.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Aceh Besar menyediakan 4,9 ton beras premium yang dijual dengan harga terjangkau melalui subsidi pemerintah. Dua varian kemasan disediakan, yakni 5 kilogram seharga Rp 56.000 dan 10 kilogram seharga Rp 112.000, jauh di bawah harga pasaran saat ini.<\/p>\n<p>\u201cHarga yang kami tetapkan sudah disubsidi agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Ini bukan sekadar distribusi beras, tapi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah,\u201d tambah Sulaimi.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, kegiatan ini tidak bersifat seremonial belaka, tetapi merupakan salah satu bentuk konkret sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi dalam merespons dinamika ekonomi masyarakat secara cepat.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak ingin masyarakat merasa dibiarkan menghadapi tekanan harga sendiri. Pemerintah hadir, dan kami ingin menunjukkan itu melalui tindakan nyata, bukan sekadar wacana,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, operasi pasar tidak hanya berfungsi untuk menjual beras murah, namun juga sebagai indikator awal bahwa pemerintah siap mengambil tindakan lanjutan jika situasi harga komoditi semakin memburuk. Ia menekankan, Pemkab Aceh Besar akan terus memantau pergerakan harga dan menyesuaikan strategi jika diperlukan.<\/p>\n<p>\u201cKalau dalam seminggu ke depan harga masih terus naik, tentu kami akan pertimbangkan langkah lanjutan. Bisa saja diperluas cakupan wilayahnya atau dilakukan lebih sering,\u201d ujar Sulaimi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Camat Ingin Jaya Mubarak Akbar, S.STP, turut menyampaikan rasa terima kasih atas dipilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa banyak warganya yang sangat membutuhkan bantuan pemerintah dalam menghadapi kondisi harga beras yang melonjak.<\/p>\n<p>\u201cBanyak masyarakat kami yang datang langsung mengeluh tentang harga beras yang makin mahal. Maka ketika kami diberitahu akan ada operasi pasar, kami sambut dengan penuh antusias,\u201d kata Mubarak.<\/p>\n<p>Ia juga menilai pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Warga dari berbagai gampong datang sejak pagi untuk mendapatkan beras murah.<\/p>\n<p>\u201cSaya melihat sendiri sejak pukul 08.00 WIB tadi warga sudah berdatangan. Mereka antre dengan tertib dan sangat bersyukur. Ini membuktikan betapa penting dan dibutuhkannya program seperti ini,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Mubarak berharap agar kegiatan semacam ini tidak hanya dilakukan saat harga beras melonjak saja, tetapi bisa menjadi program rutin pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga dan memperkuat ketahanan pangan lokal.<\/p>\n<p>\u201cKalau bisa, kegiatan ini dijadikan program berkala. Karena efeknya sangat terasa, terutama bagi keluarga kurang mampu. Mereka bisa berhemat banyak dari pengeluaran belanja pokok,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, Operasi Pasar Khusus Beras ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara Pemkab Aceh Besar, Disperindag Aceh, dan Bulog berhasil menjangkau masyarakat secara langsung. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir dengan kebijakan cepat dan tepat dalam menjaga keseimbangan harga serta memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTA JANTHO \u2014 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Koperasi, UKM, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/29\/atasi-lonjakan-harga-beras-pemkab-aceh-besar-gelar-operasi-pasar-khusus\/\" title=\"Atasi Lonjakan Harga Beras, Pemkab Aceh Besar Gelar Operasi Pasar Khusus\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":34421,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[58],"tags":[10091,10092],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-34420","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-aceh-besar","8":"tag-atasi-lonjakan-harga-beras","9":"tag-pemkab-aceh-besar-gelar-operasi-pasar-khusus"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34420","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34420"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34420\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34423,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34420\/revisions\/34423"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34420"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34420"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=34420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}