{"id":34297,"date":"2025-07-28T12:13:48","date_gmt":"2025-07-28T05:13:48","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=34297"},"modified":"2025-07-28T12:13:48","modified_gmt":"2025-07-28T05:13:48","slug":"kapolri-nikmati-kupi-khop-di-stan-bhayangkari-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/28\/kapolri-nikmati-kupi-khop-di-stan-bhayangkari-aceh\/","title":{"rendered":"Kapolri Nikmati &#8220;Kupi Khop&#8221; di Stan Bhayangkari Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong> \u2014 Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo menyempatkan diri menikmati kupi khop\u2014kopi khas Aceh\u2014saat mengunjungi stan Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Aceh dalam ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu, 27 Juli 2025.<\/p>\n<p>Momen santai penuh makna ini terjadi di tengah kesibukan Kapolri meninjau ratusan stan yang memamerkan berbagai produk unggulan dari seluruh daerah di Indonesia. Di Stan Bhayangkari Aceh, Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari tampak antusias saat disuguhkan kupi khop, yang diseduh dan disajikan dengan cara khas Aceh.<\/p>\n<p>Kupi khop, atau kopi cangkir terbalik, adalah salah satu warisan budaya minum kopi masyarakat pesisir barat Aceh, khususnya Meulaboh, Aceh Barat. Penyajiannya unik, di mana gelas kopi disajikan dalam posisi terbalik di atas tatakan. Para penikmat akan menyeruput kopi secara perlahan melalui celah kecil di antara mulut gelas dan tatakan.<\/p>\n<p>Tradisi menyeruput kupi khop ini bukan sekadar minum kopi, tapi juga menjadi simbol keakraban dan kebersamaan dalam budaya Aceh.<\/p>\n<p>Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, Ny. Rani Achmad Kartiko menjelaskan bahwa, keikutsertaan PD Bhayangkari Aceh dalam bazar ini merupakan bentuk komitmen untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif daerah, khususnya di sektor kuliner dan UMKM binaan Bhayangkari.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, Stan Bhayangkari Aceh mendapat sambutan yang luar biasa. Kami memperkenalkan produk-produk UMKM khas Aceh, seperti aneka kerajinan tangan, kuliner tradisional, dan tentu saja kupi khop yang selalu menarik perhatian,\u201d ujar Ny. Rani., Minggu, 27 Juli 2025.<\/p>\n<p>Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2025 ini digelar dalam rangka peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-73. Bazar yang mengusung tema \u201cSinergi Bhayangkari Bersama UMKM Mendorong Kemandirian Ekonomi Bangsa\u201d ini menghadirkan 548 stan dari seluruh daerah.<\/p>\n<p>\u201cMelalui bazar ini, Bhayangkari Aceh berharap dapat terus mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas dan memperluas jaringan pemasaran, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami juga ingin membawa cita rasa khas Aceh, seperti kupi khop, ke panggung yang lebih luas,\u201d tambah Ny. Rani.<\/p>\n<p>Kunjungan Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari ke stan Bhayangkari Aceh menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh pengurus dan peserta dari Aceh. Mereka berharap momen ini dapat menjadi langkah awal untuk lebih mengenalkan budaya, produk kreatif, dan kehangatan masyarakat Aceh.(**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/28\/kapolri-nikmati-kupi-khop-di-stan-bhayangkari-aceh\/\" title=\"Kapolri Nikmati &#8220;Kupi Khop&#8221; di Stan Bhayangkari Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":34298,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[55],"tags":[10048],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-34297","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-polda-aceh","8":"tag-kapolri-nikmati-kupi-khop-di-stan-bhayangkari-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34297"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34297\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34299,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34297\/revisions\/34299"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34297"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=34297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}