{"id":34072,"date":"2025-07-23T13:40:16","date_gmt":"2025-07-23T06:40:16","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=34072"},"modified":"2025-07-23T14:07:35","modified_gmt":"2025-07-23T07:07:35","slug":"wali-nanggroe-dorong-regulasi-pengembangan-kakao-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/23\/wali-nanggroe-dorong-regulasi-pengembangan-kakao-aceh\/","title":{"rendered":"Wali Nanggroe Dorong Regulasi Pengembangan Kakao Aceh"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>PIDIE JAYA \u2013<\/strong> Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, menyatakan komitmennya untuk mendorong lahirnya regulasi dan kebijakan yang mendukung pengembangan komoditas kakao di Aceh. Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Kakao Socolatte, yang berlokasi di Gampong Meunasah Baroh Musa, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu lalu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyebutkan kunjungan tersebut merupakan bagian dari dukungan Wali Nanggroe terhadap eksistensi dan penguatan produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cWali Nanggroe menaruh perhatian besar pada sektor kakao sebagai salah satu potensi unggulan daerah yang perlu didukung secara konkret melalui kebijakan,\u201d ujar Zulfikar, Rabu (23\/7\/2025).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam kunjungan itu, Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus, Dr. Mohammad Raviq, dan disambut langsung oleh pemilik Pabrik Kakao Socolatte, Irwan Ibrahim.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Irwan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Nanggroe serta perhatian yang diberikan kepada para pelaku usaha kakao lokal.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKehadiran beliau memberi semangat baru bagi kami. Kakao Aceh memiliki cita rasa khas dan potensi besar untuk berkembang menjadi komoditas ekspor unggulan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Irwan juga menyampaikan aspirasi para petani dan pengusaha kakao di Kabupaten Pidie Jaya, termasuk harapan akan adanya dukungan regulasi dan kebijakan dari Pemerintah Aceh untuk memperkuat sektor ini secara menyeluruh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cProduk cokelat Socolatte saat ini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan bahkan telah masuk pasar Jepang. Permintaan dari negara lain seperti Iran, Rusia, Lebanon, dan Korea juga terus berdatangan. Namun kami masih menghadapi kendala pada kapasitas produksi dan sumber daya,\u201d ungkap Irwan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menanggapi hal tersebut, Wali Nanggroe menyatakan akan menyuarakan aspirasi para petani dan pelaku usaha kakao kepada pemerintah, serta mendorong agar kakao dijadikan salah satu komoditas unggulan Aceh di samping kopi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKakao Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi ikon ekonomi daerah. Kami akan mendorong lahirnya kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangannya agar memberi manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,\u201d tegas Wali Nanggroe. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PIDIE JAYA \u2013 Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/23\/wali-nanggroe-dorong-regulasi-pengembangan-kakao-aceh\/\" title=\"Wali Nanggroe Dorong Regulasi Pengembangan Kakao Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":34074,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2911],"tags":[9969],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-34072","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-news","8":"tag-wali-nanggroe-dorong-regulasi-pengembangan-kakao-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34072"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34072\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34073,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34072\/revisions\/34073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34072"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=34072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}