{"id":34015,"date":"2025-07-21T10:55:12","date_gmt":"2025-07-21T03:55:12","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=34015"},"modified":"2025-07-22T10:57:31","modified_gmt":"2025-07-22T03:57:31","slug":"dewan-desak-pemko-selesaikan-kesenjangan-kualitas-sekolah-di-banda-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/21\/dewan-desak-pemko-selesaikan-kesenjangan-kualitas-sekolah-di-banda-aceh\/","title":{"rendered":"Dewan Desak Pemko Selesaikan Kesenjangan Kualitas Sekolah di Banda Aceh"},"content":{"rendered":"<h1 dir=\"ltr\"><\/h1>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Banda Aceh \u2013<\/strong> Saat ini masih terdapat kesenjangan mengenai kualitas pendidikan, hingga infrastruktur antara satu sekolah dengan sekolah lainnya di Banda Aceh. Oleh karena itu, Fraksi Nasdem DPRK Banda Aceh meminta kepada Pemko Banda Aceh supaya dapat segera membenahinya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hal itu disampaikan secara resmi oleh Anggota DPRK Banda Aceh,Teuku Iqbal Johan, yang membacakan pandangan umum Fraksi Nasdem dalam sidang paripurna Rancangan Qanun (Raqan) Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Banda Aceh Tahun 2025-2029 di gedung DPRK setempat, Jumat (17\/7\/2025).<br \/>\nIqbal Johan mengungkapkan, tak dapat dipungkiri jika saat ini masih ada kesenjangan fasilitas dan kualitas antar sekolah di Banda Aceh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hal itu terlihat masih adanya sekolah favorit yang menjadi rebutan siswa dan orang tua.<br \/>\nNamun sisi lain, ada sekolah yang berjalan dengan kualitas dan fasilitas kurang memadai. Sehingga sepi peminat dan dihindari oleh orang tua siswa.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cIni hal yang sangat manusiawi. Karena orang tua siswa pasti mau yang terbaik untuk anak-anaknya. Oleh karena itu, kami harap pemerataan kualitas sekolah menjadi prioritas Pemko Banda Aceh ke depan,\u201d ujar T Iqbal Johan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, jika nanti kualitas sekolah sudah merata, maka program zonasi yang dicanangkan oleh pemerintah dapat berjalan dengan baik. Karena orang tua dan siswa akan lebih memilih sekolah yang dekat dengan rumahnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cJika kualitas dan fasilitas satu sekolah dengan sekolah lainnya sama, maka kepala sekolah pun tidak akan dipusingkan dengan titipan-titipan siswa di setiap tahun ajaran baru,\u201d ujar Iqbal.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Katanya, jika kualitas sekolah merata dan sistem zonasi dapat berjalan, maka akan memberikan banyak dampak positif untuk Banda Aceh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cSalah satunya mengurangi kemacetan pada pagi hari. Karena selama ini warga kecamatan A mengantar anaknya ke kecamatan B. Lalu yang kecamatan C ke kecamatan D, makanya macet setiap hari,\u201d beber politisi Nasdem ini.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, sistem zonasi juga memberikan rasa aman bagi orang tua, karena anak bersekolah dekat dengan rumah.<\/p>\n<p>\u201cProduktivitas pegawai ASN dan swasta juga bisa meningkat, karena saat jam keluar kantor tidak harus menjemput anak,\u201d tutup T Iqbal Johan.[*]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Saat ini masih terdapat kesenjangan mengenai kualitas pendidikan, hingga <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/21\/dewan-desak-pemko-selesaikan-kesenjangan-kualitas-sekolah-di-banda-aceh\/\" title=\"Dewan Desak Pemko Selesaikan Kesenjangan Kualitas Sekolah di Banda Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":34016,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[63],"tags":[9957],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-34015","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-parlementaria","8":"tag-dewan-desak-pemko-selesaikan-kesenjangan-kualitas-sekolah-di-banda-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34015"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34018,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34015\/revisions\/34018"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34015"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=34015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}