{"id":29268,"date":"2025-04-21T15:40:08","date_gmt":"2025-04-21T08:40:08","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=29268"},"modified":"2025-04-21T15:40:08","modified_gmt":"2025-04-21T08:40:08","slug":"kpa-wilayah-lhok-tapaktuan-dukung-dr-husnan-harun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kpa-wilayah-lhok-tapaktuan-dukung-dr-husnan-harun\/","title":{"rendered":"KPA Wilayah Lhok Tapaktuan Dukung Dr. Husnan Harun"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tapaktuan<\/strong> \u2013 Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Lhok Tapaktuan, Tgk Juanda atau akrab disapa Wan Marinir, menyampaikan dukungan terbuka terhadap Dr. Husnan Harun, ST., M.P. sebagai figur ideal untuk menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh.<\/p>\n<p>Menurutnya, percepatan pembangunan berkelanjutan di Aceh sangat memerlukan kepemimpinan yang kuat dalam merumuskan kebijakan publik berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cDr. Husnan adalah tokoh yang paham betul bagaimana menyatukan visi pengelolaan sumber daya dengan strategi transformasi digital dan penguatan ekonomi lokal. Ini penting untuk mendorong investasi daerah dan memastikan pembangunan tidak stagnan,\u201d ujar Wan Marinir, Senin (21\/4\/2025), di Tapaktuan, Aceh Selatan.<\/p>\n<p>Ia menekankan, Bappeda bukan hanya institusi teknis, melainkan jantung dari perencanaan strategis daerah.<\/p>\n<p>Dalam konteks ini, lanjut Wan Marinir, Aceh membutuhkan sosok yang tidak hanya cakap dalam perencanaan tata ruang dan infrastruktur, tetapi juga memiliki keberanian mendorong reformasi sistemik untuk menciptakan dampak nyata di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak bisa lagi bergantung pada model lama. Dibutuhkan figur yang bisa melihat Aceh dalam bingkai masa depan\u2014dengan membangun infrastruktur strategis, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan menciptakan sistem perencanaan yang akuntabel serta inklusif,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Sebagai pemimpin wilayah yang dekat dengan basis, Wan Marinir menilai rekam jejak Husnan Harun selama ini konsisten dalam memperjuangkan arah pembangunan berbasis potensi lokal, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan kebijakan.<\/p>\n<p>\u201cBeliau punya kapasitas, integritas, dan pemahaman teknokratis yang tajam. Bukan hanya soal birokrasi, tapi soal menjawab tantangan pembangunan dengan terobosan nyata,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia berharap Pemerintah Aceh mampu melihat urgensi penunjukan Kepala Bappeda bukan dari aspek politis semata, melainkan dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas.<\/p>\n<p>\u201cPembangunan Aceh tidak bisa hanya dijalankan lewat proposal. Harus ada visi, dan harus ada keberanian. Sosok seperti Dr. Husnan Harun adalah jawaban dari kebutuhan itu,\u201d tutup Wan Marinir.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tapaktuan \u2013 Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Lhok Tapaktuan, Tgk Juanda <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kpa-wilayah-lhok-tapaktuan-dukung-dr-husnan-harun\/\" title=\"KPA Wilayah Lhok Tapaktuan Dukung Dr. Husnan Harun\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":29269,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[8252],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-29268","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"tag-kpa-wilayah-lhok-tapaktuan-dukung-dr-husnan-harun"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29268"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29268\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29270,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29268\/revisions\/29270"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29268"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=29268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}