{"id":28658,"date":"2025-04-12T11:35:08","date_gmt":"2025-04-12T04:35:08","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=28658"},"modified":"2025-04-12T11:37:40","modified_gmt":"2025-04-12T04:37:40","slug":"petani-pidie-panen-padi-ramah-lingkungan-di-bambi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/12\/petani-pidie-panen-padi-ramah-lingkungan-di-bambi\/","title":{"rendered":"Petani Pidie Panen Padi Ramah Lingkungan di Bambi"},"content":{"rendered":"<h1 dir=\"ltr\"><\/h1>\n<p dir=\"ltr\"><strong>SIGLI<\/strong> &#8211; Petani di Pidie memanen padi ramah lingkungan di areal persawahan Gampong Mee Hagu Bambi, Kecamatan Peukan Baro, Jumat (11\/4\/2025).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Penanaman padi ramah lingkungan tersebut atas inisiatif Masyarakat Pertanian Organik Inonesia atau Maporina Aceh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pantauan awak media, Jumat (11\/4\/2024), sistem panen padi ramah lingkungan dilakukan menggunakan mesin combine.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Budidaya tanaman padi ramah lingkungan tersebut ditanam di areal persawahan milik Pemkab Pidie dengan hasil produksi memuaskan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Budidaya tanaman padi itu dilakukan pendekatan dua prinsip agar sistem penanamannya diterima petani,&#8221; Ketua Masyarakat Pertanian Organik Inonesia atau Maporina Aceh, A Rahman, SP, MP kepada awak media, Jumat (11\/4\/2025).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menyebutkan, kedua prinsip yang harus terpenuhi itu adalah ramah lingkungan hingga berkelanjutan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain itu, prinsip pangan sehat yang aman dikonsumsi masyarakat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kata A Rahman, tanaman padi ramah lingkungan, tentunya harus adanya dukungan sarana produksi melalui penggunaan pupuk cair organik jenis aminosan goal nutrisi atau POC-AGN.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dijelaskan dia, tanaman padi ramah lingkungan, salah satunya untuk menjaga keamanan pangan yang merupakan persyaratan mutlak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pangan yang dikonsumsi masyarakat harus terbebas dari terkontaminasi dengan bahan kimia dan mikrobiologi berbahaya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Prinsip keamanan pangan harus dipenuhi sejak diproduksi hingga disajikan untuk dikonsumsi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">A Rahman menerangkan, terhadap penggunaan pupuk pestisida atau pupuk kimia secara terus menerus dalam jangka panjang, tentunya akan dapat berdampak negatif bagi lingkungan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Terutama terjadi pencemaran air, tanah hingga udara.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, sektor pertanian merupakan bagian terpenting sebagai penopang untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebab, padi merupakan kebutuhan makanan pokok bagi sebagian manusia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sehingga hasil pertanian tersebut disiapkan pemerintah harus bermutu sehat saat dikonsumsi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dengan menggalakkan tanaman padi ramah lingkungan, maka masyarakat Indonesia akan sehat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menambahkan, saat ini budidaya padi ramah lingkungan telah dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sakti, Delima, dan Peukan Baro.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Penanaman padi ramah lingkungan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Pidie.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Saat ini, tiga lokasi penanaman padi ramah lingkungan telah selesai dipanen.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIGLI &#8211; Petani di Pidie memanen padi ramah lingkungan di areal persawahan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/12\/petani-pidie-panen-padi-ramah-lingkungan-di-bambi\/\" title=\"Petani Pidie Panen Padi Ramah Lingkungan di Bambi\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":28659,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1650],"tags":[8044],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-28658","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah","8":"tag-petani-pidie-panen-padi-ramah-lingkungan-di-bambi"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28658","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28658"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28658\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28662,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28658\/revisions\/28662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28658"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28658"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28658"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=28658"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}