{"id":26861,"date":"2025-03-15T21:32:57","date_gmt":"2025-03-15T14:32:57","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=26861"},"modified":"2025-03-16T21:35:38","modified_gmt":"2025-03-16T14:35:38","slug":"empat-gampong-di-pidie-ajukan-pencairan-dana-desa-total-dd-2025-capai-rp-5027-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/15\/empat-gampong-di-pidie-ajukan-pencairan-dana-desa-total-dd-2025-capai-rp-5027-miliar\/","title":{"rendered":"Empat Gampong di Pidie Ajukan Pencairan Dana Desa, Total DD 2025 Capai Rp 502,7 Miliar"},"content":{"rendered":"<h1 dir=\"ltr\"><\/h1>\n<p dir=\"ltr\"><strong>SIGLI<\/strong> &#8211; Hingga Maret 2025, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong atau DPMG Pidie mencatat empat gampong telah mengajukan pencairan dana desa atau DD.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sehingga, kini tersisa 726 gampong di Pidie, yang belum mengajukan pencairan DD tahap satu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Untuk diketahui, tahun 2025 Kabupaten Pidie mendapatkan DD dari APBN atau Pemerintah Pusat mencapai Rp 502.708.798.000, untuk 730 gampong di Pidie.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Artinya DD tahun 2025 jatah Kabupaten Pidie berkurang, dibandingkan alokasi 2024 sebesar Rp 521.604.102.000.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Saat ini, empat gampong yang telah lengkap dokumen telah mengajukan DD tahap satu,&#8221; kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong atau DPMG Pidie, Wahidin, kepada media ini, Sabtu (15\/3\/2025).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menyebutkan, keempat gampong yang telah mengajukan DD adalah Gampong Pasi Ie Leibe, Keude Ie Leibe dan Krueng Dhoe, Kecamatan Kembang Tanjong.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selanjutnya, Gampong Mesjid Bungie, Kecamatan Simpang Tiga.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, gampong yang mengajukan pencairan DD tahap satu bisa bertambah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pengajuan pencairan DD dilakukan ke Bagian Keuangan Setdakab Pidie.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kata Wahidin, berkas pencairan DD milik gampong masing-masing di kecamatan, guna dilakukan evaluasi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebab, untuk RAPBG disusun kecamatan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Petugas BPMG juga bisa melakukan pendampingan terhadap penyusunan RAPBG. Kita meminta gampong untuk mempercepat pengajuan pencairan dana desa tahap satu,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebelumnya, DD tahun 2025 belum bisa dicairkan untuk tahap satu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Macetnya pencairan APBG 2025, dikeluhkan aparatur gampong akibat belum terbitnya Perbup terhadap pengelolaan APBG tahun 2025.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Perbup pengelolaan APBG mengatur secara spesifik tentang penggunaan APBG, terutama terhadap penggunaan DD 20 persen untuk tahanan pangan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebab, saat ini aturan Kemendes Nomor 3 tahun 2025 tentang Pengguanaan 20 persen dana untuk tahanan pangan dialokasikan untuk BUMDes.<\/p>\n<p>Aturan Kemendes turun setelah Pemendes Nomor 2 tahun 2024 tentang Fokus Penggunaan DD Tahun 2025 turun. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIGLI &#8211; Hingga Maret 2025, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong atau DPMG Pidie <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/15\/empat-gampong-di-pidie-ajukan-pencairan-dana-desa-total-dd-2025-capai-rp-5027-miliar\/\" title=\"Empat Gampong di Pidie Ajukan Pencairan Dana Desa, Total DD 2025 Capai Rp 502,7 Miliar\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":26863,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1650],"tags":[7455,7453,7454],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-26861","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah","8":"tag-7-miliar","9":"tag-empat-gampong-di-pidie-ajukan-pencairan-dana-desa","10":"tag-total-dd-2025-capai-rp-502"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26861","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26861"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26861\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26865,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26861\/revisions\/26865"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26861"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26861"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26861"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=26861"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}