{"id":25103,"date":"2025-02-24T14:20:45","date_gmt":"2025-02-24T07:20:45","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=25103"},"modified":"2025-02-24T14:20:45","modified_gmt":"2025-02-24T07:20:45","slug":"komisi-vi-dpra-usulkan-rancangan-qanun-untuk-menyelamatkan-generasi-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/02\/24\/komisi-vi-dpra-usulkan-rancangan-qanun-untuk-menyelamatkan-generasi-aceh\/","title":{"rendered":"Komisi VI DPRA Usulkan Rancangan Qanun untuk Menyelamatkan Generasi Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh &#8211;<\/strong> Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengusulkan rancangan qanun yang bertujuan untuk menyelamatkan generasi Aceh, dengan fokus pada pengaturan pergaulan remaja, khususnya pelajar.<\/p>\n<p>Regulasi ini dianggap penting mengingat pergaulan remaja yang semakin tidak terkontrol, dan dinilai bisa berdampak negatif bagi masa depan anak-anak Aceh.<\/p>\n<p>Anggota Komisi VI DPRA, Tgk Zulfadli atau yang akrab disapa Waled Landeng menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan rancangan qanun ini setelah turun langsung ke beberapa kabupaten\/kota dan mendengar berbagai keluhan dari masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, banyak anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong dan bermain ketimbang belajar.<\/p>\n<p>Tetapi, kata dia, fenomena hari ini, masyarakat sudah tidak berani menegur anak-anak yang mungkin melanggar. Berbeda dengan dulu, masyarakat mau dan berani menegurnya atau mengarahkan mereka ke hal-hal yang positif.<\/p>\n<p>&#8220;Di masa lalu, masyarakat dan guru masih peduli dan berani menegur pelanggaran yang terjadi, seperti merokok atau pergaulan bebas. Namun kini, masyarakat dan bahkan guru tidak menegur anak-anak. Hal ini menjadi keresahan,&#8221; kata Zulfadli.<\/p>\n<p>Dirinya menyampaikan, perkembangan teknologi dan kebebasan yang semakin tidak terkendali dikhawatirkan akan mengarah pada perilaku negatif generasi Aceh.<\/p>\n<p>Keresahan masyarakat ini, lanjut dia, bukan tanpa alasan, lahirnya kelompok remaja dengan komunitas masing-masing membuat masyarakat semakin khawatir, terlebih mereka mencontohkan perlakuan dari luar Aceh seperti membawa senjata tajam, dan bahkan sudah pernah ada jatuh korban.<\/p>\n<p>&#8220;Dulu, geng pelajar seperti yang kita lihat sekarang tidak ada di Aceh. Mereka mulai meniru hal-hal buruk, bahkan membawa senjata tajam,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Jika ini terus dibiarkan dan semua pihak berdiam saja, maka ini bisa terus menjamur. Dan nantinya ketika sudah banyak, akan sulit diberantas.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap dukungan dari semua pihak untuk menciptakan regulasi yang dapat menyelamatkan generasi Aceh ke depan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, pembangunan karakter, akhlak, dan jiwa anak bangsa adalah perintah dalam Islam. Maka, sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, ini harus dipikirkan bersama.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, berdasarkan masukan dari masyarakat di berbagai daerah, maka qanun yang menjadi payung hukum untuk melindungi generasi muda Aceh sangat diperlukan<\/p>\n<p>Karena dengan adanya regulasi, maka nantinya bisa mengatur anak-anak usia remaja atau pelajar tidak boleh keluar malam, jika tanpa pendampingan orang tua.<\/p>\n<p>Qanun tersebut, tegas dia, bukan untuk membatasi ruang masyarakat mencari rezeki saat malam, hanya khusus membatasi anak-anak saja.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin menegaskan bahwa qanun ini bukan untuk membatasi ruang gerak masyarakat dalam mencari rezeki, tetapi untuk membatasi anak-anak yang wajib belajar agar tidak lupa pada kewajiban mereka seperti shalat dan belajar,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan ini, dirinya juga meminta agar pemerintah mengoptimalkan peran Satpol PP dan WH untuk menegakkan aturan ini. Karena kalau masyarakat bergerak sendiri dikhawatirkan melanggar mengingat belum ada payung hukumnya.<\/p>\n<p>&#8220;Tujuan kami adalah untuk menyelamatkan generasi Aceh, dan kami harap masyarakat tidak salah paham dengan tujuan rancangan qanun ini,&#8221; pungkas Tgk Zulfadli. (*)<\/p>\n<p>Anggota Komisi VI DPRA, Tgk Zulfadli . Foto: Suara Aceh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8211; Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengusulkan rancangan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/02\/24\/komisi-vi-dpra-usulkan-rancangan-qanun-untuk-menyelamatkan-generasi-aceh\/\" title=\"Komisi VI DPRA Usulkan Rancangan Qanun untuk Menyelamatkan Generasi Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":25104,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[63],"tags":[6902],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-25103","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-parlementaria","8":"tag-komisi-vi-dpra-usulkan-rancangan-qanun-untuk-menyelamatkan-generasi-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25103"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25105,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25103\/revisions\/25105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25103"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=25103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}