{"id":24037,"date":"2025-02-09T22:02:42","date_gmt":"2025-02-09T15:02:42","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=24037"},"modified":"2025-02-09T22:02:42","modified_gmt":"2025-02-09T15:02:42","slug":"bem-nus-wilayah-aceh-secara-tegas-menolak-revisi-kuhap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/02\/09\/bem-nus-wilayah-aceh-secara-tegas-menolak-revisi-kuhap\/","title":{"rendered":"BEM Nus Wilayah Aceh secara Tegas Menolak Revisi KUHAP"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh \u2013<\/strong> Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nus) Wilayah Aceh menyoroti rencana revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang membahas kewenangan kejaksaan. Perluasan kewenangan Dominus Litis atau pengendali perkara berpotensi mengganggu prinsip checks and balances.<\/p>\n<p>\u201cAda beberapa hal yang perlu dicermati dalam rancangan KUHAP tersebut, salah satunya menyangkut asas Dominus Litis yang memberikan kewenangan kepada lembaga penegak hukum untuk menentukan jalannya suatu perkara pidana. Jika asas tersebut diterapkan, kemungkinan terjadi pelanggaran terhadap prinsip negara hukum, terutama persamaan kedudukan di muka hukum bagi setiap orang,\u201d ujar Ketua BEM Nus Wilayah Aceh, Muhammad Khalis, Minggu, 9 Februari 2025.<\/p>\n<p>Menurut Khalis, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam rancangan KUHAP yang baru.<\/p>\n<p>\u201cPertama, memastikan asas peradilan yang sederhana, cepat, dan berbiaya murah. Kedua, memanfaatkan teknologi dalam proses hukum. Ketiga, merekonstruksi ulang pihak-pihak yang dilibatkan dalam penegakan hukum pidana,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti perlunya pembahasan yang lebih hati-hati terkait asas Dominus Litis dalam revisi KUHAP maupun Undang-Undang Kejaksaan.<\/p>\n<p>\u201cDengan asas tersebut, kejaksaan memiliki kewenangan untuk menentukan jalannya perkara, termasuk menetapkan tuduhan, pembuktian, dan argumen hukum,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam sistem peradilan pidana terdapat beberapa subsistem, seperti kepolisian untuk penyidikan, kejaksaan untuk penuntutan, serta pengadilan yang berperan memutuskan perkara dan menjadi eksekutor.<\/p>\n<p>\u201cSemua lembaga tersebut harus bersinergi. Sistem harus ditopang oleh subsistem yang sederajat karena jika ada dominasi kewenangan, potensi penyalahgunaan wewenang akan cukup besar,\u201d tambah Khalis.<\/p>\n<p>Atas dasar itu, BEM Nus Wilayah Aceh dengan tegas menolak revisi KUHAP yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip-prinsip hukum yang berlaku.<\/p>\n<p>\u201cKami, Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Wilayah Aceh, menolak revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tersebut,\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nus) Wilayah Aceh menyoroti <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/02\/09\/bem-nus-wilayah-aceh-secara-tegas-menolak-revisi-kuhap\/\" title=\"BEM Nus Wilayah Aceh secara Tegas Menolak Revisi KUHAP\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":24038,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[55],"tags":[6620],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-24037","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-polda-aceh","8":"tag-bem-nus-wilayah-aceh-secara-tegas-menolak-revisi-kuhap"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24037"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24039,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24037\/revisions\/24039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24037"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=24037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}