{"id":23790,"date":"2025-02-06T11:15:56","date_gmt":"2025-02-06T04:15:56","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=23790"},"modified":"2025-02-06T11:17:36","modified_gmt":"2025-02-06T04:17:36","slug":"indeks-ketahanan-pangan-aceh-besar-terbaik-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/02\/06\/indeks-ketahanan-pangan-aceh-besar-terbaik-di-aceh\/","title":{"rendered":"Indeks Ketahanan Pangan Aceh Besar Terbaik di Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>Melonjak 53 Peringkat dari Tahun 2022<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>Aceh Besar &#8211;<\/strong> Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau Nationl Food Agency (NFA) merilis, untuk Tahun 2023, Aceh Besar menjadi daerah dengan peringkat tertinggi di Aceh dalam hal Indeks Ketahan Pangan (IKP). Secara nasional, Aceh Besar berada di peringkat 43 dari 416 kabupaten di Indonesia.<br \/>\nSementara,Provinsi\u00a0Aceh\u00a0menduduki peringkat 23 Nasional dari 34 total provinsi yang ada di Indonesia dengan nilai 70,16 persen. Kabupaten\u00a0Aceh\u2002Besar\u00a0menduduki peringkat 43 nasional dengan nilai 85,62 %.<\/p>\n<p>Kadis Pangan Aceh Besar Alyadi SP MM yang dihubungi awak media, Kamis (06\/02\/2025) pagi ini, mengakui tentang adanya rilis itu. Menurutnya, banyak konsideran dalam penetapan IKP tersebut, mulai dari tingkat ketersediaan pangan, penurunan penduduk miskin, hingga penanganan stunting. \u201cJuga tak lepas dari operasi pangan murah serta pasar murah yang kita adakan secara intensive dalam tiga tahun terakhir,\u201d kata Alyadi.<\/p>\n<p>Ditambahkan, capaian tersebut juga tak lepas dari koordinasi tegak lutus dengan pimpinan daerah, dalam hal ini Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM yang memberikan arahan berkelanjutan tentang langkah langkah yang dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan di Aceh Besar. \u201cPak Pj Bupati juga melakukan koordinasi dengan lintas stake holder untuk mewujudkan Pangan Murah secara kontinyu di Aceh Besar, tentu saja sesuai dengan kemampuan daerah,\u201d tutur Alyadi.<\/p>\n<p>Bagi Aceh Besar, capaian ini adalah lompatan besar dari thun 2022 yang menduduki peringkat 100 nasional dengan nilai 81,49 % , artinya mengalami peningkatan yang begitu signifikan secara nasional yakni naik sebanyak 53 peringkat.<br \/>\nPencapaian tersebut tentu menjadikan\u00a0Kabupaten\u00a0Aceh\u2002Besar\u00a0berada pada peringkat pertama di Provinsi\u00a0Aceh.<\/p>\n<p>Berikut 5 kabupaten di Aceh dengan tingkat ketahanan pangan paling baik menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Provinsi\u00a0Aceh;<br \/>\nYaitu, Kabupaten\u00a0Aceh\u2002Besar\u00a0dengan nilai 85,62 %, Aceh\u00a0Tamiang dengan nilai 81,41 %, Kabupaten\u00a0Bireuen dengan nilai 81,34 %, Kabupaten\u00a0Aceh\u00a0Jaya dengan nilai 80,22 % dan peringkat kelima diisi oleh Kabupaten Aceh Barat.<br \/>\nBerbeda halnya dengan wilayah perkotaan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempunyai metode dan indikator lain terhadap penilaian Indeks Ketahanan Pangan wilayah perkotaan.<\/p>\n<p>Menurut Bapanas, Kota Banda Aceh berada pada peringkat 35 nasional.<br \/>\nKota Banda Aceh yang juga Ibukota Provinsi Aceh berada pada peringkat pertama di Provinsi Aceh sebagai Kota dengan IKP paling baik dari 4 kota lainnya seperti Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kota Sabang, dan Subussalam.<br \/>\nSementara ukuran indeks ketahanan pangan di kabupaten-kabupaten Indonesia berdasarkan 3 aspek, yaitu Aspek Ketersediaan Pangan, Aspek Keterjangkauan, Aspek Pemanfaatan Pangan.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melonjak 53 Peringkat dari Tahun 2022 Aceh Besar &#8211; Badan Pangan Nasional <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2025\/02\/06\/indeks-ketahanan-pangan-aceh-besar-terbaik-di-aceh\/\" title=\"Indeks Ketahanan Pangan Aceh Besar Terbaik di Aceh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":23791,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[58],"tags":[6539],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-23790","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-aceh-besar","8":"tag-indeks-ketahanan-pangan-aceh-besar-terbaik-di-aceh"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23790"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23790\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23793,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23790\/revisions\/23793"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23790"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=23790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}