{"id":14902,"date":"2024-09-03T23:11:24","date_gmt":"2024-09-03T16:11:24","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=14902"},"modified":"2024-09-03T23:13:14","modified_gmt":"2024-09-03T16:13:14","slug":"pbnu-imbau-santri-tidak-terprovokasi-pembenturan-polri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/09\/03\/pbnu-imbau-santri-tidak-terprovokasi-pembenturan-polri\/","title":{"rendered":"PBNU Imbau Santri tidak Terprovokasi Pembenturan Polri"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dailymailindonesia.com, Jakarta \u2014<\/strong> PBNU mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) dan santri untuk tidak terprovokasi dengan pembenturan polri yang sedang terjadi.<\/p>\n<p>Belakangan, pembenturan antara santri dan Polri tengah santreng terdengar. Di media sosial, ada penggerakan buzzer untuk memviralkan tagar #santrimenolakpolisi.<\/p>\n<p>&#8220;Selama ini hubungan Polri dan santri sangat baik. Apalagi Pak Kapolri Jenderal Sigit itu sangat takdzim dengan kiai,&#8221; kata Ketua PBNU Abdullah Latopada, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 September 2024.<\/p>\n<p>Menurutnya, tagar tersebut menumpang isu pembubaran unjuk rasa dengan semprotan gas air mata dari polisi. Sebab, ada yang mengenai beberapa santri yang sedang berada di sekitar lokasi.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk kasus gas air mata ini, saya kira Polri melalui Kabid humas Polda Jateng sudah meminta maaf dan mendatangi lokasi. Jadi janganlah ini dibesar-besarkan dengan tujuan membenturkan santri NU dan polri,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut ia memaparkan, hubungan antara Polri dan santri, terutama santri NU dan pondok pesantren, sangat baik. Polri selalu bersinergi di setiap kegiatan santri.<\/p>\n<p>&#8220;Secara pribadi kapolri sangat takdzim sama kiai. Beliau kerap sowan untuk meminta masukan dan saran dari para kiai NU. Jadi sangat tidak mungkin ada niatan dari polisi memusuhi santri,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ditambahkannya, Kapolri juga sangat dekat dengan siapapun. Apalagi, Jenderal Sigit saat ini sangat mudah ditemui dan diajak berdialog.<\/p>\n<p>Kapolri juga dipandangnya berhasil membawa polisi menjadi pengayom masyarakat dan benar-benar berfungsi menertibkan masyarakat dan menjadi penegak hukum yang baik.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kalau ada yang mengatakan Kapolri sulit ditemui itu pasti Hoax. Asal keperluannya jelas untuk kepentingan negeri saya kira Kapolri bisa ditemui kapanpun,&#8221; jelasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dailymailindonesia.com, Jakarta \u2014 PBNU mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/09\/03\/pbnu-imbau-santri-tidak-terprovokasi-pembenturan-polri\/\" title=\"PBNU Imbau Santri tidak Terprovokasi Pembenturan Polri\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":14903,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[3811],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-14902","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kriminal","8":"tag-pbnu-imbau-santri-tidak-terprovokasi-pembenturan-polri"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14902"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14902\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14904,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14902\/revisions\/14904"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14902"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}