{"id":14592,"date":"2024-08-30T10:53:46","date_gmt":"2024-08-30T03:53:46","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=14592"},"modified":"2024-08-30T10:53:46","modified_gmt":"2024-08-30T03:53:46","slug":"dinas-pangan-aceh-besar-sosialisasi-keamanan-pangan-segar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/08\/30\/dinas-pangan-aceh-besar-sosialisasi-keamanan-pangan-segar\/","title":{"rendered":"Dinas Pangan Aceh Besar Sosialisasi Keamanan Pangan Segar"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dailymailindonesia.com, KOTA JANTHO &#8211;<\/strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pangan Aceh Besar melakukan sosialisasi keamanan pangan segar bagi pelaku usaha tempe di Kabupaten Aceh Besar dengan tema &#8220;Melalui Sosialisasi, Pemahaman Keamanan pangan dapat ditingkatkan jika tidak aman bukan pangan namanya&#8221; bertempat di Wali Kopi Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (29\/08\/2024).<\/p>\n<p>Sosialisasi yang berlangsung sehari dibuka Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar Alyadi, S.Pi MM, menghadirkan narasumber yang berkompeten yaitu dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makan (BPOM) Banda Aceh Syuhada Putra, SFram, Ketua Yayasan Perajin Tahu Tempe Aceh (PITA).<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Kadis Pangan Aceh Besar Alyadi S.Pi MM mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia, tentunya pangan yang beredar ditengah masyarakat sangat penting terjamin dari kesehatan.<\/p>\n<p>\u201cDinas Pangan selaku otoritas sebagai pemberi keamanan pangan, mempunyai tugas dan kewenangan untuk melakukan pengawasan baik itu sebelum produksi maupun setelah produksi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia menyebutkan, pengawasan pangan sebelum produksi dilakukan untuk melakukan proses atau membuat izin edar produksi.<\/p>\n<p>&#8220;Di Aceh Besar hingga tahun 2024, Dinas Pangan sudah mengeluarkan sebanyak 30 izin edar atau Registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil (PSAT-PDUK),&#8221; sebut Alyadi.<\/p>\n<p>Keamanan pangan yang dilakukan pemerintah dengan menetapkan norma standar prosedur dan kriteria, selain itu Pemerintah juga menetapkan standar keamanan dan mutu pangan dengan Undang-undang nomor 18 Tahun 2012 tentang keamanan pangan.<\/p>\n<p>&#8220;Sehingga, setiap orang yang memproduksi dan memperdagangkan pangan wajib memenuhi standar keamanan pangan dan mutunya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kesehatan dan keamanan pangan bagi masyarakat utamanya bagi warga dan pelaku usaha di Kabupaten Aceh Besar.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah pengetahuan pelaku usaha mengenai keamanan pangan segar dan meningkatkan kesadaran pelaku usaha agar dapat mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan penjualan pangan segar,&#8221; ujar Alyadi.<\/p>\n<p>Turut dihadiri, Kabid Kelembagaan dan keamanan pangan Aceh Besar, Pengawas Obat-obatan dan Makan (BPOM) Banda Aceh, Ketua Yayasan Perajin Tahu Tempe Aceh (PITA), pengurus TP PKK Kecamatan Ingin Jaya dan pelaku usaha tempe.(**)<\/p>\n<p>Kadis Pangan Aceh Besar Alyadi S.Pi MM membuka sosialisasi keamanan pangan tahun 2024, bertempat di Wali Kopi Lambaro, Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (29\/08\/2024).<br \/>\nFOTO\/ MC ACEH BESAR<\/p>\n<p>Narasumber BPOM Banda Aceh Syuhada Putra, S. Fram, sedang memberikan materi tentang keamanan pangan kepada pelaku usaha, bertempat di Wali Kopi Lambaro, Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (29\/08\/2024).<br \/>\nFOTO\/ MC ACEH BESAR<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dailymailindonesia.com, KOTA JANTHO &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pangan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/08\/30\/dinas-pangan-aceh-besar-sosialisasi-keamanan-pangan-segar\/\" title=\"Dinas Pangan Aceh Besar Sosialisasi Keamanan Pangan Segar\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":14593,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[58],"tags":[3717],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-14592","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-aceh-besar","8":"tag-dinas-pangan-aceh-besar-sosialisasi-keamanan-pangan-segar"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14592","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14592"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14592\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14594,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14592\/revisions\/14594"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14592"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14592"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14592"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14592"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}