{"id":14122,"date":"2024-08-21T15:49:12","date_gmt":"2024-08-21T08:49:12","guid":{"rendered":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/?p=14122"},"modified":"2024-08-21T15:50:12","modified_gmt":"2024-08-21T08:50:12","slug":"warga-meuraxa-ditemukan-tewas-tergantung-diduga-bunuh-diri-polisi-selidiki-motifnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/warga-meuraxa-ditemukan-tewas-tergantung-diduga-bunuh-diri-polisi-selidiki-motifnya\/","title":{"rendered":"Warga Meuraxa Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motifnya"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>AKP Aiyub : Penyebab Kematian Korban Masih Dalam Penyelidikan<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>Dailymailindonesia.com, Banda Aceh &#8211;<\/strong> AF (31), warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung tali nilon di pohon belakang kiosnya, Rabu (21\/8\/2024) pagi.<\/p>\n<p>Jasad korban pertama kali ditemukan sang istri ANS (22), yang mencari keberadaan suaminya itu sekitar pukul 05.10 WIB pagi tadi. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa AF tak tertolong.<\/p>\n<p>Kejadian berawal dari ANS melihat suaminya AF bangun dari tidur dan pergi makan di luar kios yang mereka tempati sekitar pukul 03.30 WIB seperti biasanya.<\/p>\n<p>Beberapa saat kemudian, ANS tak melihat suaminya kembali ke kamar. Padahal, biasanya korban akan kembali beristirahat setelah selesai makan di depan kios.<\/p>\n<p>Pukul 05.10 WIB, ANS terbangun dan mengecek keberadaan suaminya. Saat itu hanya melihat sandal korban. Merasa ada yang aneh, ia mencari suaminya di sekitar kios.<\/p>\n<p>&#8220;Saksi menemukan korban tergantung di pohon yang jaraknya sekitar tiga meter dari kios mereka,&#8221; ujar Kapolresta Banda Aceh KBP Fahmi Irwan Ramli melalui Kapolsek Ulee Lheue, AKP Aiyub.<\/p>\n<p>&#8220;Leher korban terikat tali nilon, dengan posisi kaki yang tergantung dari tanah sekitar 20 sentimeter, saat itu posisi tangan juga terikat ke depan dengan tali nilon,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Mengetahui hal itu, ANS langsung berusaha untuk memotong tali yang menggantung korban menggunakan sebilah pisau. Setelah terlepas, ia memanggil keluarga untuk meminta pertolongan.<\/p>\n<p>&#8220;Saksi meminta keluarga suaminya yang tinggal berdekatan untuk membawa korban ke rumah sakit, karena saat itu suhu tubuh korban masih panas,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Korban dibawa ke Rumah Sakit Harapan Bunda menggunakan becak, namun petugas rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia,&#8221; kata Aiyub.<\/p>\n<p>Dari keterangan pihak keluarga, lima hari sebelumnya AF sempat dirawat di rumah sakit yang sama karena keluhan sakit lambung.<\/p>\n<p>Polisi pun menduga, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi dengan sakit lambung akut yang dideritanya selama ini.<\/p>\n<p>&#8220;Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Untuk jenazah korban telah dibawa pulang oleh keluarga, sesuai permintaan keluarga,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/wp-admin\/post.php?post=14122&amp;action=edit\">Dailymailindonesia<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKP Aiyub : Penyebab Kematian Korban Masih Dalam Penyelidikan Dailymailindonesia.com, Banda Aceh <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/warga-meuraxa-ditemukan-tewas-tergantung-diduga-bunuh-diri-polisi-selidiki-motifnya\/\" title=\"Warga Meuraxa Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motifnya\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":14123,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[67],"tags":[3584,3585,3583],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-14122","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-polresta-banda-aceh","8":"tag-diduga-bunuh-diri","9":"tag-polisi-selidiki-motifnya","10":"tag-warga-meuraxa-ditemukan-tewas-tergantung"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14122"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14122\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14125,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14122\/revisions\/14125"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14122"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/dailymailindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}