BI Aceh Gelar Olimpiade CBP Rupiah 2026, Pelajar Empat Daerah Adu Pengetahuan

Ekonomi124 Dilihat

BANDA ACEH — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh kembali memperkuat edukasi tentang Rupiah di kalangan generasi muda melalui penyelenggaraan Olimpiade Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Tahun 2026.

Kompetisi edukatif tersebut secara khusus ditujukan bagi siswa dan siswi jenjang SMA, MA, SMK dan sederajat di empat kabupaten/kota, yakni Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya BI Aceh untuk menanamkan pemahaman mengenai Rupiah sejak dari bangku sekolah. Tidak sekadar mengenalkan uang sebagai alat transaksi, para pelajar akan diajak memahami kedudukan Rupiah sebagai bagian penting dari kehidupan ekonomi sekaligus simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pendaftaran Olimpiade CBP Rupiah 2026 telah dibuka dan masih berlangsung hingga 18 September 2026. Pendaftaran dilakukan melalui sekolah masing-masing dengan mengakses s.id/OCBP26.

Setiap sekolah dapat mengikutsertakan maksimal 10 peserta. Para pelajar yang mengikuti kompetisi ini tidak hanya berkesempatan menguji kemampuan dan pengetahuan mereka, tetapi juga berpeluang meraih berbagai penghargaan.

BI Aceh menyediakan hadiah uang pembinaan dengan total Rp14 juta, serta medali dan sertifikat yang diakui oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Bukan Sekadar Lomba Pengetahuan

Olimpiade CBP Rupiah dirancang sebagai kompetisi yang mengubah pola edukasi Rupiah menjadi lebih aktif dan menantang. Jika edukasi selama ini lebih banyak dilakukan melalui penyampaian materi secara satu arah, melalui olimpiade ini para pelajar diberikan ruang untuk menguji pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis.

Materi yang diujikan berfokus pada tiga aspek utama, yakni Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah.

Aspek Cinta Rupiah diarahkan untuk membangun kesadaran peserta dalam mengenali ciri dan karakteristik Rupiah, memahami keaslian uang Rupiah, serta mengetahui bagaimana memperlakukan dan merawat Rupiah dengan baik.

Sementara itu, Bangga Rupiah menanamkan pemahaman bahwa Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran. Rupiah juga merupakan simbol kedaulatan Indonesia, identitas bangsa, sekaligus salah satu instrumen pemersatu masyarakat Indonesia.

Adapun aspek Paham Rupiah memberikan pemahaman kepada peserta mengenai fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran, satuan hitung dan penyimpan nilai. Pengetahuan tersebut kemudian dikaitkan dengan penerapannya dalam aktivitas ekonomi dan keuangan sehari-hari.

Literasi Ekonomi hingga Sistem Pembayaran

Materi Olimpiade CBP Rupiah 2026 tidak berhenti pada pengetahuan dasar mengenai Rupiah. Kemampuan peserta dalam memahami ekonomi, literasi keuangan, kebanksentralan dan sistem pembayaran juga akan diuji.

Hal tersebut dinilai semakin relevan seiring perubahan pola transaksi masyarakat. Rupiah saat ini tidak hanya digunakan dalam bentuk uang fisik, tetapi juga hadir dalam berbagai transaksi digital.

Perkembangan tersebut membuat pemahaman mengenai sistem pembayaran dan pengelolaan keuangan secara bijak menjadi semakin penting, terutama bagi generasi muda yang merupakan pengguna aktif teknologi digital.

Melalui kompetisi ini, BI Aceh ingin mendorong para pelajar agar memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai Rupiah dan ekosistem ekonomi serta keuangan yang menyertainya.

Berlangsung Bertahap hingga Final Provinsi

Pelaksanaan Olimpiade CBP Rupiah 2026 akan dilakukan secara bertahap. Kompetisi diawali dengan seleksi tingkat satuan pendidikan, kemudian dilanjutkan dengan penyisihan tingkat kabupaten/kota, hingga akhirnya memasuki Final Tingkat Provinsi.

Pada tahap penyisihan, peserta akan mengikuti ujian secara daring menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Pelaksanaan ujian tersebut akan dimonitor oleh panitia tingkat provinsi melalui platform Zoom untuk memastikan seluruh proses berlangsung sesuai ketentuan.

Dari tahapan penyisihan tersebut, sebanyak 80 peserta dengan nilai tertinggi akan mendapatkan kesempatan melanjutkan kompetisi ke tingkat provinsi.

Para peserta terbaik kemudian akan berhadapan pada Final Tingkat Provinsi yang dilaksanakan secara luring.

Dari babak final tersebut, akan ditetapkan 20 peserta terbaik sebagai pemenang Olimpiade CBP Rupiah Regional Aceh 2026 berdasarkan perolehan nilai tertinggi.

Rangkaian kegiatan yang disiapkan BI Aceh mencakup uji coba sistem, penyisihan tingkat kabupaten/kota, pengumuman hasil penyisihan, hingga pelaksanaan final tingkat provinsi yang dirangkai dengan penetapan dan pemberian penghargaan kepada para pemenang.

Utamakan Integritas dan Sportivitas

Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas kompetisi, seluruh tahapan Olimpiade CBP Rupiah 2026 akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip integritas, objektivitas, transparansi, akuntabilitas dan sportivitas.

Prinsip tersebut menjadi bagian penting agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam memahami dan mengenal Rupiah.

BI Aceh berharap kompetisi tersebut tidak hanya menghasilkan para pemenang, tetapi juga memberikan dampak edukatif yang lebih luas bagi para pelajar dan lingkungan sekolah.

Melalui Olimpiade CBP Rupiah, generasi muda Aceh diharapkan semakin memahami bahwa Rupiah memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat dan perekonomian nasional.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda Aceh yang berprestasi, memiliki literasi ekonomi dan keuangan yang baik, serta memiliki sikap Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.

Dengan demikian, edukasi Rupiah tidak berhenti pada kemampuan mengenali uang dan membedakan keasliannya, tetapi berkembang menjadi pemahaman mengenai peran Rupiah dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan mendukung aktivitas masyarakat di tengah perkembangan transaksi digital.(**)