Kak Na Bagi THR, Suasana Lebaran di Aceh Barat Penuh Tawa dan Keakraban

Pemerintah Aceh22 Dilihat

ACEH BARAT – Suasana hangat dan penuh canda mewarnai momentum Hari Raya Idul Adha ketika Marlina Usman atau yang akrab disapa Kak Na membagikan uang lebaran kepada sejumlah tokoh di Aceh Barat. Momen yang berlangsung santai namun penuh keakraban itu sontak mengundang perhatian masyarakat dan menjadi perbincangan di media sosial karena menghadirkan sisi kekeluargaan di tengah suasana hari besar keagamaan.

Dalam video yang beredar, tampak Marlina Usman berdiri di tengah kerumunan sambil membagikan uang lebaran kepada sejumlah tokoh daerah, termasuk Bupati Aceh Barat, Ketua TP PKK Aceh Barat, staf ahli, para camat, hingga geuchik. Suasana berlangsung riuh, dipenuhi senyum dan tawa, memperlihatkan interaksi yang cair tanpa sekat formalitas.

Keceriaan semakin terasa ketika pembagian uang lebaran dilakukan secara spontan disertai gurauan yang mencairkan suasana. Bahkan dalam narasi unggahan disebutkan bahwa pembagian dilakukan secara merata agar seluruh pihak yang hadir turut merasakan kebahagiaan lebaran.

“Biar adil, semua dapat. Pak Bupati, Ibu Bupati dapat, semua pun dapat,” demikian bunyi narasi yang menyertai unggahan tersebut, menggambarkan suasana santai sekaligus penuh kebersamaan di tengah momentum hari raya.

Momen ini dinilai bukan sekadar aksi simbolis berbagi uang lebaran, tetapi juga mencerminkan pendekatan kekeluargaan dalam membangun relasi sosial antara tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur pemerintahan di tingkat bawah. Dalam budaya Aceh, suasana hari raya tidak hanya menjadi momentum ibadah dan silaturahmi keluarga, tetapi juga ruang memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Tradisi memberi “uang lebaran” sendiri bukan hal asing. Selain diberikan kepada anak-anak, praktik berbagi rezeki pada momentum Iduladha maupun Idulfitri juga kerap dilakukan sebagai bentuk kebersamaan, penghormatan, dan simbol rasa syukur.

Tidak sedikit warga yang menilai suasana seperti ini memperlihatkan sisi humanis para tokoh publik di luar agenda formal pemerintahan. Momen santai yang diwarnai gelak tawa dianggap mampu menghadirkan kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat.

Apalagi, momentum Idul Adha di Aceh tahun ini memang diwarnai berbagai kegiatan silaturahmi dan kebersamaan yang berlangsung di sejumlah daerah, termasuk tradisi berbagi, penyembelihan hewan kurban, hingga kunjungan antarpejabat dan tokoh masyarakat selama hari raya berlangsung.

Video tersebut kemudian ramai dibagikan ulang karena dinilai menghadirkan pemandangan yang sederhana namun sarat makna: kebersamaan, canda, dan semangat berbagi di tengah suasana lebaran.(**)