Blang Bintang Juara Pawai Takbiran Iduladha Aceh Besar 1447 H

Aceh Besar203 Dilihat

Aceh Besar – Suasana malam takbiran Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Besar berlangsung semarak, penuh nuansa religius, dan dipadati ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan pawai takbiran tahunan.

Dalam ajang yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di halaman Masjid Jamik Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa malam (26/5/2026), Kecamatan Blang Bintang berhasil keluar sebagai juara pertama pawai takbiran setelah menampilkan kreasi terbaik yang memukau dewan juri dan masyarakat.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kecamatan Blang Bintang. Penampilan peserta dari kecamatan tersebut dinilai mampu menghadirkan nuansa syiar Islam yang kuat, dipadukan dengan kreativitas kendaraan hias, semangat peserta, serta kekompakan dalam menyemarakkan malam menyambut Hari Raya Kurban.

Pengumuman pemenang dilakukan usai pelaksanaan pawai yang berlangsung meriah dan tertib. Ribuan peserta dari berbagai unsur ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, pelajar, gampong, hingga organisasi kemasyarakatan se-Aceh Besar.

Mereka memadati jalur pawai dengan gema takbir, dekorasi islami, hingga berbagai kreasi kendaraan hias yang menarik perhatian masyarakat.

Hadiah juara pertama diserahkan langsung oleh Muharram Idris kepada Camat Blang Bintang, Subhan. Penyerahan hadiah tersebut disambut penuh sukacita oleh para peserta dan masyarakat yang hadir.

Sementara itu, posisi juara kedua berhasil diraih Kecamatan Sukamakmur, sedangkan juara ketiga ditempati Kecamatan Kuta Baro. Persaingan antarpeserta terlihat berlangsung cukup ketat, mengingat hampir seluruh kontingen menampilkan kreativitas terbaik dengan mengusung unsur budaya Islami, ornamen religius, dan pesan-pesan kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Iduladha.

Tidak hanya kategori utama, panitia juga menetapkan sejumlah pemenang kategori harapan dan favorit sebagai bentuk apresiasi atas semangat peserta. Juara harapan pertama diraih Kecamatan Kuta Cot Glie, disusul Gampong Biluy sebagai juara harapan kedua, serta PDAM Tirta Mountala di posisi harapan ketiga. Sementara penghargaan juara favorit berhasil diraih Gampong Lubok Batee yang dinilai mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, Rusdi, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan hadiah pembinaan bagi para pemenang sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan syiar Islam dan pengembangan kreativitas masyarakat.

Ia menyebutkan, juara pertama memperoleh hadiah pembinaan sebesar Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, dan juara ketiga Rp6,5 juta. Sementara juara harapan I menerima Rp3 juta, harapan II Rp2 juta, dan harapan III Rp1 juta. Sedangkan juara favorit memperoleh hadiah pembinaan sebesar Rp1 juta.

Menurut Rusdi, pemberian hadiah tersebut bukan semata-mata penghargaan kompetisi, melainkan juga bentuk motivasi agar masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan di Aceh Besar.

Di sisi lain, Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, panitia, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah menyukseskan pelaksanaan pawai takbiran sehingga berjalan aman, tertib, dan meriah.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat menjaga syiar Islam di Aceh Besar masih sangat kuat. Ia menilai malam takbiran bukan hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum mempererat ukhuwah, menumbuhkan semangat persaudaraan, dan memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat.

“Insya Allah, tahun depan kita berharap pawai takbiran dapat berlangsung lebih meriah lagi dengan kreativitas peserta yang semakin baik serta tetap menjunjung nilai-nilai syiar Islam,” ujar Muharram.

Pelaksanaan Pawai Takbiran Iduladha 1447 Hijriah tahun ini juga menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masyarakat Aceh Besar tetap terjaga. Gemuruh takbir yang menggema sepanjang malam, iring-iringan kendaraan hias, serta kreativitas peserta menciptakan suasanareligius sekaligus penuh kegembiraan menjelang Hari Raya Kurban.

Bagi masyarakat yang hadir, pawai tersebut tidak hanya menjadi hiburan bernuansa Islami, tetapi juga momentum memperkuat kecintaan terhadap tradisi keagamaan yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat Aceh Besar.(**)